Breaking News
Loading...
Tuesday, 20 March 2012

Info Post
http://sosok.kompasiana.com/2012/03/20/kepada-yth-bang-faisal-basri/

OPINI | 20 March 2012 | 16:55

Bang Faisal, barangkali abang tidak ingat lagi ketika kita bersua di atas pesawat saat pulang dari kota Pontianak bulan Oktober 2011 yang lalu. Kala itu dengan pede berlebih saya mengenalkan diri kepada abang. Raut muka abang menunjukkan cukup terkejut (mungkin saat itu abang berpikir siapa pula ibu-ibu ini.. sotoy amat !), tapi ketika saya sebutkan bahwa saya teman kompasianer senyum abang mengembang…
13322371501352491710
TUGU KHATULISTIWA PONTIANAK
Tatkala pesawat hampir mendarat di Cengkareng, saya yang duduk sendirian di bangku paling belakang kembali menegur abang yang berdiri mau antri ke toilet. Saya ucapkan "bang seandainya saya warga Jakarta saya pasti memilih abang jadi Gubernur". Saya juga bilang "kalau nanti naik pesawat tentu abang gak bakal duduk di deretan kelas ekonomi ini dan tidak akan bisa jalan sendirian lagi karena pasti banyak paswalnya ". Bang saya bangga lho karena bertemu muka dengan seorang calon gubernur Ibukota (kalau abang terpilih pasti lebih asyik lagi karena punya bahan cerita ke sanak famili saya).
Udahlah, saya takkan berpanjang-panjang dengan pertemuan itu tapi kalau sempat baca, sekarang saya mau tanya juga apa pendapat abang tentang Anang-Ashanti yang duduk di VIP , serasi kah"?, kalau saya sih bilang kalau dapat Ashanti, Anang beruntung ya; cantik dan mulus ya bang (infotaimentngossipibu2.com)
Bang saya mau curhat ya. Kemaren saya sepulang kerja di kawasan Astra Sunter ke rumah saya di Cileduk benar-benar cuaaaaaaaapek bang. Bayangkan pulang teng Adzan Magrib sampai di rumah hampir jam 10 malam bang. Bisa bayangkan gak abang, seorang ibu kurus berusia mendekati 47 tahun yang mengidap diabetes tapi masih bisa produktif di setiap jamnya, harus membuang-buang energi hampir 4 jam di jalanan Jakarta. Coba kita hitung saja berapa besar energi dan penghasilan yang bisa saya dapat bila jalanan lancar. Percaya deh saya tidak meragukan samasekali kecanggihan menghitung-hitung abang, cuman sekedar bercerita saja … Dosen Ekonom UI…. geeto loh moso diragukan enggak mungkin deh.
Jangan tutup dulu surat saya bang bila mulai bosan karena merasa apa yang saya curahkan toh masalah klasik dari gubernur ke gubernur, dari yang tak banyak janji sampai yang mengaku paling ahli. Jangan, tolong tetap dibaca ya bang.. siapa tau sedikit banyak bisa jadi ilham (enakan pakai istilah ini daripada kata inspirasi yang sering dipakai Oprah Wimfrey bang) untuk bahan kampanye nanti.
Bang boleh saran ya. Walaupun saya amat sangat yakin abang sudah punya bergudang-gudang program yang telah tersusun rapi dan sistimatis bila nanti terpilih, tapi BANG CUKUP SATU SAJA DEH PROGRAMNYA. Saya haqqulyaqin BILA ABANG LAKUKAN PASTI ABANG AKAN DIKENANG SEPANJANG JAMAN. Inilah programnya bang BUAT LALU LINTAS JAKARTA DAN SEKITARNYA ENAK, NYAMAN, CEPAT DAN LANCAR. Gak usah lakukan yang lain-lain bang. Mengobati lalin Jakarta sama saja mengobati aliran darah yang macet karena plak kolesterol. Bila berhasil jantung akan sehat dan oksigen lancar. Kalau berhasil pasti abang akan mengalahkan dokter atau dukun terhebat sekalipun dan tentu akan lebih popular daripada Mak Erot yang kompeten menghebatkan kembali lelaki yang telah loyo J. Yang lain-lain gak usah diurusin bang cukup satu itu saja, penduduk Jakarta itu semuanya hebat dan tangguh. Kalaupun bensin naik tinggi mereka akan tetap hidup dengan baik karena mereka tak mudah mengeluh… mereka bukan penduduk lebay bang.. mereka cerdas, sekarang mereka susah hanya karena macetnya jalan aja bang.
Oke deh bang cukup sekian dulu, saya bahagia sekali bila abang sempat membaca surat ini. Saya titip salam dan pesan yang sama untuk pata calon Gubernur lainnya bang. Selamat sore, teriring doa semoga Abang dilindungi dan tetap istiqomah di jalan Allah amin.
Tangerag, 20 Maret 2012
Salam hormat,
HF
Tembusan : Kepada Yth Para Calon Gubernur Jakarta lainnya.

0 comments:

Post a Comment