Ignatius Mulyono kembali membenarkan bahwa ia diminta Anas membereskan sertifikat tanah di Hambalang. Siapa pun YANG TERLIBAT dalam kasus Wisma Atlet maupun Hambalang, Partai Demokrat mempersilakan MENINDAK lebih lanjut dan dituntaskan. Siapa pun kader Demokrat.
KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yakin Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam proyek pembangun an kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.Partai Demokrat pun memper silakan KPK menjerat Anas jika benar terlibat dan terbukti dalam kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp1,52 triliun ter sebut. “Siapa pun yang terlibat dalam kasus Wisma Atlet maupun Hambalang, Partai De mokrat mempersilakan me nindak lebih lanjut dan di tun taskan. Siapa pun kader De mokrat,” kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai De mokrat Andi Nurpati, saat di hubungi, tadi malam.
Nurpati kembali menegaskan bahwa Ketua Dewan Pembina Demokrat sekaligus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan melakukan intervensi jika ada kader dan petinggi partai yang terseret kasus korupsi. “Silakan dilakukan proses penegakan hukum seadil-adilnya, harus berdasarkan bukti-bukti.“Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan keyakinan lembaga antikorupsi tersebut atas keterlibatan Anas didapat setelah memeriksa anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono, 26 Maret silam.
Ignatius mengaku diperintah Anas ikut membereskan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang. Peran Ignatius muncul pertama kali dalam berita acara pemeriksaan (BAP) KPK terhadap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin (Media Indonesia, 1/5).
Saat dihubungi, kemarin, Ignatius membenarkan bahwa ia diminta Anas, yang saat itu Ketua Fraksi Demokrat di DPR, untuk mengurus tanah Kemenpora di Hambalang. “Waktu itu saya dipanggil ke ruangan ketua fraksi (Anas). Saya ditanya, ‘Pak Ketua pasangan kerjanya BPN (Badan Pertanahan Nasional) kan?’ Terus Anas bilang, ‘Tolong ditanyakan, ya, ke BPN kok tanahnya Menpora tidak selesai-selesai’. Hanya itu, dan saya pun mengiakannya,” pa par Ignatius kepada Media Indonesia.
Anas Urbaningrum menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat kasus Hambalang se bagaimana dituduhkan banyak pihak. “Tidak ada itu.
Sa ya tidak terlibat dan terkait kasus Hambalang,” kata Anas seusai mengikuti bedah rumah di Desa Sangkan Hurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kemarin.
Penyidik KPK terus mendalami kaitan orang-orang yang diduga terlibat kasus Hambalang. Ketua KPK Abraham Samad membenarkan temuan 16 aliran dana berjumlah miliaran rupiah ke tersangka kasus Wisma Atlet dan kasus suap di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Angelina Sondakh.Sebanyak sembilan rekening terkait dengan Wisma Atlet, sedangkan sisanya dari proyek Kemendikbud. Transaksi tersebut dalam rupiah dan dolar Amerika Serikat. Jumlahnya ada yang mencapai US$200 ribu.
Namun ketika ditanya apakah ada kaitan rekening tersebut dengan Anas, Abraham me ngatakan, “Saya belum tahu, karena yang tahu persis persoalan ialah penyidiknya.“
0 comments:
Post a Comment