Tiga Pilar Kebahagiaan PDF Print
Friday, 27 April 2012
Sebuah penelitian psikologi sosial menyebutkan, terdapat tiga pilar
utama kebahagiaan seseorang, yaitu having a good family life,having a
good job, dan having good friends and community.
Ketika diteliti, sebagian besar umur seseorang akan dihabiskan di dalam
tiga zona pergaulan dan aktivitas di atas. Tiap zona aktivitas dan
pergaulan akan saling melengkapi dan menutupi kejenuhan dan kekurangan
yang lain. Yang pertama dan paling dasar adalah keluarga yang baik (a
good family life). Secara emosional, keluarga memiliki daya gravitasi
paling besar bagi kehidupan seseorang.Apa pun yang dilakukan seseorang
di luar rumah pada akhirnya akan kembali kepada keluarga sehingga rumah
tangga sering diibaratkan tempat berlabuh bagi sebuah kapal setelah
mengembara ke lautan lepas.
Oleh karenanya, karier seseorang yang otentik dan kokoh hanya akan
mungkin diraih kalau basis keluarganya solid. Soliditas keluarga
dibangun terutama oleh hubungan cinta dan iman. Cinta bagaikan pupuk
atau air yang akan membuat pohon rumah tangga selalu tumbuh segar,
sedangkan iman memberikan ikatan moral yang kuat bahwa rumah tangga
adalah amanat suci dan sebuah bahtera yang jangkauannya sampai di
akhirat nanti. Rumah tangga bukan sekadar transaksi administrasi
layaknya jual-beli, melainkan juga sebuah perjalanan dan pertumbuhan
moral-spiritual. Kedua,having a good job.
Seseorang bekerja tidak semata untuk mengejar uang, tetapi menyangkut
harga diri, aktualisasi diri, dan bersosialisasi di luar zona
keluarga.Bisa dipastikan, orang yang menganggur, meski memiliki banyak
uang, tidak akan bahagia.Orang yang hidup semata mengandalkan harta
warisan tidak akan bangga dengan dirinya. Begitu pun mereka yang
bekerja, tetapi tidak merasa cocok dan bangga dengan pekerjaannya,
hatinya akan tersiksa. Ruang kerja bagaikan ruang tahanan.
Kerja akan terasa nyaman jika sesuai dengan bakat dan minatnya serta
kulturnya bagus,tidak koruptif, dengan imbalan gaji yang cukup, syukur
berlebih, untuk mendukung kehidupan keluarga. Sebuah lingkungan kerja
akan dianggap sehat kalau para karyawannya memiliki peluang dan dorongan
untuk tumbuh, baik skill, pengetahuan maupun kepribadiannya. Apalah
artinya gaji tinggi jika ternyata tidak halal dan budayanya koruptif.
Semua itu akan merongrong kualitas kebahagiaan yang dibangun dalam rumah
tangga. Ketiga, lingkungan pertemanan dan komunitas.
Kita semua mengalami bahwa umur kita tidak hanya dihabiskan dalam urusan
rumah tangga dan kerja, tetapi juga bermasyarakat. Itu suatu kebutuhan
sosial dan psikologis.Makanya muncul komunitas "alumni"di luar jaringan
keluarga dan kerja. Hanya, penting dicatat bahwa lingkungan pergaulan
yang tidak sehat akan menggerogoti aset kebahagiaan yang kita bangun
lewat zona keluarga dan kerja.
Sering terjadi sebuah keluarga terjerat masalah oleh jaringan pertemanan
yang tidak sehat. Ini paling mudah diamatipadaremaja,tetapibisa juga
terjadi pada orang dewasa. Keburukan itu mudah menular, bahkan kadang
lebih cepat dari kebaikan.Olehkarenanya,having good friends and
community merupakan satu pilar penting untuk meraih kebahagiaan hidup
seseorang. Demikianlah, tentu saja banyak pilar lain yang memengaruhi
kebahagiaan seseorang. Namun ketiga aspek tadi begitu dominan.
Di atas ketiganya,menurut hasil penelitian dimaksud, adalah personal
values. Nilai-nilai hidup seseorang akan sangat berpengaruh dalam
memaknai hidup ini. Bagi orang yang taat beragama dan tidak, tentu akan
berbeda dalam memandang keluarga, harta,dan pergaulan.Ada orang yang
yakin dengan banyak bederma, bersedekah,maka jalan rezeki akan semakin
terbuka. Namun ada yang berpandangan sebaliknya. Inilah yang dimaksud
dengan personal values.
Sebuah kerangka berpikir dan keyakinan hidup yang sangat berpengaruh
dalam perilaku seseorang, termasuk dalam berumah tangga,bekerja,dan
bermasyarakat. Sebagai pribadi saya yakin kerja dan harta yang tidak
halal tidak akan mendatangkan berkah dan kebahagiaan. Jika harta haram
masuk ke mulut kemudian mengalir bersama darah dalam tubuh,maka harta
haram tadi akan masuk disertai energy negative (setan) sehingga perilaku
seseorang juga akan seperti setan.
Pikirannya, tangannya, kakinya,mulutnya akan dikendalikan oleh setan.
Makanya sebagai orang tua mesti hati-hati memberikan rezeki atau nafkah
kepada keluarga. Hindari membawa barang haram ke rumah jika kita
benar-benar sayang kepada keluarga. Jangan membawa racun kehidupan.●
PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/490017/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] KOMARUDDIN HIDAYAT: Tiga Pilar Kebahagiaan
Info Post
0 comments:
Post a Comment