Breaking News
Loading...
Thursday, 26 April 2012

Info Post
UU BPJS Butuh Turunan Regulasi Teknis PDF Print
Friday, 27 April 2012
JAKARTA– Sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dinilai sangat penting
untuk menghadapi berbagai risiko bersifat manusiawi seperti sakit,
melahirkan, kecelakaan kerja,dan pensiun.


Direktur Pascasarjana Bidang Diplomasi Universitas Paramadina,
Jakarta,Dinna Wisnu PhD, mengatakan,risiko hidup yang bersifat manusiawi
tidak bisa ditanggung sendiri oleh individu. "Karena itu dibutuhkan
sistem jaminan sosial sebagai bentuk perlindungan negara terhadap
rakyatnya."Kebersamaan juga dapat menopang perekonomian," ungkap Dinna
saat meluncurkan buku Politik Sistem Jaminan Sosial: Menciptakan Rasa
Aman dalam Ekonomi Pasar" di Jakarta,kemarin. Menurut dia, selain
menjaga risiko hidup,sistem jaminan sosial juga dapat mendorong
investasi pada keterampilan yang lebih baik karena daya beli ditunjang
oleh kemampuan memenuhi kebutuhan manusiawi.

"Saat ini adalah momentum tepat untuk menciptakan sistem jaminan
sosial." Dinna menjelaskan,saat ini sudah ada UU Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) yang menjamin standar segala manfaat serta pelayanan
jaminan sosial. Di samping itu, sudah ada pula UU Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) yang mengarahkan transformasi badan hukum
penyelenggara jaminan sosial. "Untuk kesehatan ditargetkan beroperasi 1
Januari 2014 dan ketenagakerjaan paling lambat 2 Juli 2015," terangnya.

Namun, kedua UU tersebut dinilai masih membutuhkan regulasi turunan yang
lebih teknis sehingga pihak pelaksana punya landasan hukum kebijakan dan
alat untuk memberi pelayanan optimal. Rektor Universitas Paramadina
Anies Baswedan PhD menilai, waktu peluncuran buku karya Dinna Wisnu ini
sangat tepat. Buku ini hadir di saat Indonesia tengah menciptakan sistem
jaminan sosial. Dia berharap, buku tersebut mampu menginspirasi kalangan
stakeholderyang secara langsung berkaitan dengan pembentukan sistem
jaminan sosial.

Sementara itu,ekonom Universitas Atmajaya A Prasetyantoko
mengatakan,diskursus tentang sistem jaminan sosial sangat penting dan
relevan dengan peralihan episentrum ekonomi ke wilayah Asia. Dalam
konteks ini, Indonesia membutuhkan katup pengaman agar para pekerja
semakin merasa nyaman sehingga investasi pun ikut meningkat. Sebaliknya,
jika gagal memanfaatkan momentum peralihan episentrum ekonomi
dunia,sulit bagi investor untuk datang. andi setiawan


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/489995/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment