Breaking News
Loading...
Thursday, 26 April 2012

Info Post
Komisi PBB Perdebatkan Reproduksi dan Aborsi PDF Print
Friday, 27 April 2012
NEW YORK– Negosiasi untuk merumuskan resolusi tentang Adolescents and
Youth (Remaja dan Pemuda) pada Sidang Ke-45 Komisi Kependudukan dan
Pembangunan (Commission on Population and Development/CPD) hingga hari
ketiga kemarin masih berlangsung alot.


Draf resolusi yang pada awalnya setebal lima halaman,pada hari kedua
berkembang menjadi 37 halaman,dan pada hari ketiga kemarin melebar lagi
menjadi 46 halaman. Sidang yang diikuti 47 negara anggota CPD dan
sejumlah negara anggota PBB ini dipimpin Wakil Ketua CPD Pius Wennubst
asal Swiss. Masing- masing negara belum sepakat terhadap sejumlah isu
krusial yang sejak awal diperkirakan akan memicu kontroversi. Beberapa
isu krusial tersebut di antaranya tentang kesehatan seksual,reproduksi,
aborsi, penggunaan alat kontrasepsi, hingga pendidikan seks bagi remaja
dan anakanak.

"Biasanya fasilitator (pimpinan sidang) akan memberi kesempatan
seluas-luasnya kepada semua negara untuk menyampaikan pendapat. Meskipun
nanti akhirnya nanti semua akan bersepakat," ungkap Ketua CPD Hasan
Kleib di sela-sela memimpin sidang. Dalam isu kesehatan reproduksi dan
aborsi misalnya masing- masing negara punya pandangan sendiri. Ada yang
menganggap pendidikan seks untuk remaja adalah hal tabu, namun ada pula
yang mendorong agar pendidikan seks diajarkan sedini mungkin untuk
mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki dan menurunkan tingkat aborsi.

"Menjelang deadline negosiasi akan berlangsung hingga subuh. Biasanya
begitu," ucap Kepala Pusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional
Kependudukan dan KB BKKBN Eddy Hasmi yang setiap tahun terlibat dalam
negosiasi isu-isu kependudukan di komisi ini. Problematika yang melanda
remaja dan pemuda di berbagai belahan dunia menunjukkan tren yang
mengkhawatirkan. Karena itu, Indonesia sebagai ketua CPD mendorong
sidang ke-45 kali ini bisa menghasilkan resolusi dan kesepakatan bersama
yang mendorong PBB dan semua badan dan organisasi internasional
memasukkan masalah ini sebagai bahasan penting.

Dalam pidatonya saat membuka sidang ini, Sekretaris Jenderal PBB Ban
Ki-moon menyebutkan berbagai masalah yang menimpa generasi muda yang
tidak boleh diabaikan. Sebagai kekuatan perubahan yang luar biasa,
generasi muda adalah masa depan dunia. Karena itu, berbagai persoalan
yang menimpa generasi emas ini pun harus cepat diatasi. "Tahun lalu 75
juta orang muda yang tidak punya pekerjaan. Lebih dari 100 juta remaja
tidak sekolah. Enam belas juta remaja putri menjadi ibu setiap tahun,
dan setiap hari 2000 pasangan muda terinfeksi HIV.Ini tanggung jawab
kolektif kita untuk menanggulanginya," tandas Ban Ki-moon.

Sementara itu, di sela-sela sidang, delegasi Indonesia menghadirkan dua
tokoh untuk menyampaikan pengalaman menangani persoalan kesehatan
reproduksi remaja dan pemuda serta program keluarga berencana dari
perspektif agama dan praktisi dalam sesi side event. Musdah Mulia, guru
besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan dalam perspektif
agama dan akademis, sedangkan Maria Ulfah Anshor menyampaikan
pengalamannya selama memimpin organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama yang
selalu bersinggungan dengan masalah kesehatan reproduksi perempuan dan
remaja.

"Sebagai negara muslim terbesar di dunia,peran ulama dari organisasi NU
dan Muhammadiyah dalam menyukseskan KB dan kesehatan reproduksi
sangatlah penting," ungkap Musdah mengawali paparannya. Side event
delegasi Indonesia ini mendapatkan perhatian luas dari banyak negara,
termasuk organisasi internasional maupun kalangan NGO. Hal ini tak lepas
dari peran Indonesia yang dinilai berhasil menerapkan program KB,yang di
sebagian negara masih sensitif dan kontroversial.

Musdah menegaskan, ulama sangat berperan dalam melakukan ijtihad untuk
menjelaskan persoalan KB dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat dari
sudut pandang agama sehingga tidak terjadi salah paham antara hukum
agama dan fakta mengenai pentingnya KB dan kesehatan
reproduksi."Meskipun tidak dijelaskan secara detail dalam Alquran dan
Hadits, yurisprudensi tentang isu ini yang dilakukan para ulama bisa
dijadikan rujukan," tandas Musdah.

Laporan Wartawan SINDO
PUNG PURWANTO
dari New York

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/489991/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment