32 Bocah Suriah Tewas Diberondong Peluru Militer
Presiden Bashar al-Assad Tak Mau Tanggung Jawab
Senin, 28 Mei 2012 , 08:30:00 WIB
RMOL.Krisis politik di Suriah semakin memburuk. Serangan militer di kota
Houla, di akhir pekan telah menewaskan lebih dari 92 orang. Yang mana 32
di antaranya adalah anak-anak.
Kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Suriah Bashar
al-Assad yang mengklaim pemerintahannya telah berhasil mengatasi krisis
di negeri itu. Akibat insiden Jumat (25/5) dan sabtu (26/5), Assad panen
kecaman dunia.
PBB melaporkan lebih dari 92 orang tewas akibat serangan artileri yang
dilakukan militer pemerintah. Ini merupakan kekejaman terparah sejak
PBB memulai rencana damai untuk mengakhiri konflik berdarah di Suriah.
Dalam sebuah rekaman yang diposting ke YouTube, jasad anak-anak terlihat
berlumuran darah akibat insiden tersebut, dengan beberapa di antaranya
tengkoraknya terlihat.
"Pagi ini tim militer dan sipil PBB pergi ke kota Houla. Di sana lebih
dari 32 anak di bawah usia 10 dan lebih dari 60 orang dewasa tewas. Tim
observasi melaporkan pasukan penyerang menggunakan senjata berbagai
ukuran, senapan mesin hingga tank," ujar Komandan misi PBB di Suriah,
Mayor Jenderal Robert Mood.
"Siapa pun yang memulai, siapapun yang melakukan tindakan kekerasan ini
harus bertanggung jawab," lanjut Mood.
Di Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary
Clinton, mengutuk serangan tersebut.
"Mereka yang dilakukan kekejaman ini harus diidentifikasi dan dimintai
pertanggungjawaban. Dan Amerika Serikat akan bekerja dengan masyarakat
internasional untuk meningkatkan tekanan kami pada Assad dan
kroni-kroninya. Pemerintahan dengan pembunuhan dan ketakutan ini harus
berakhir," ujar Clinton.
Pernyataan senada dilontarkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan
utusan khusus PBB-Liga Arab bagi Suriah, Kofi Annan. "Sekretaris
Jenderal dan utusan khusus bersama (PBB-Liga Arab Kofi Annan) mengutuk
dengan sekeras-kerasnya pembunuhan di Suriah," bunyi pernyataan itu.
Serangan brutal pasukan Assad ini membuat Dewan Nasional Suriah (SNC)
mendesak Dewan Kemanan PBB mengadakan pertemuan darurat. "Pertemuan ini
untuk menentukan tanggung jawab PBB dalam menghadapi pembunuhan massal
seperti ini," kata juru bicara SNC, Bassma Kodmani.
Meskipun program negosiasi gencatan senjata yang dicanangkan Sekjen
Kofi Annan telah gagal menghentikan kekerasan, PBB tetap menjalankan
rencana tersebut. PBB bahkan bakal menambah lagi sekitar 300
pengamat tak bersenjata dimaksudkan untuk memantau gencatan senjata.
Menanggapi kecaman dunia, Pemerintah Suriah menyatakan tidak bertanggung
jawab atas pembantaian itu. Mereka menuding teroris sebagai dalang
insiden berdarah itu. "Kami sepenuhnya menolak bertanggung jawab
atas pembantaian teroris terhadap rakyat kami," kata jurubicara
Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad al-Makdissi, kemarin.
"Kami telah menyiapkan sebuah komite militer dan hukum untuk
menyelidiki kasus ini," katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
http://internasional.rmol.co/read/2012/05/28/65256/32-Bocah-Suriah-Tewas-Diberondong-Peluru-Militer-
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] 32 Bocah Suriah Tewas Diberondong Peluru Militer
Info Post
0 comments:
Post a Comment