Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
WAWANCARA
Jusuf Kalla: Hubungan Pertemanan Dengan Ical Sudah Terjalin Sejak Mahasiswa
Senin, 28 Mei 2012 , 08:40:00 WIB



RMOL.Setiap kunjungan ke daerah, bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla selalu
ditanya kesiapannya menjadi capres.

JK, sapaan akrab Jusuf Kalla selalu menegaskan, terlalu dini
membicarakan soal capres saat ini.

"Jawaban saya selalu sama. Terlalu dini membicarakan itu. Masih banyak
tugas-tugas ke­manu­siaan menanti saya untuk diselesaikan," kata Ketua
Umum PMI Pusat itu kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;

Berarti Anda belum melaku­kan persiapan menjadi capres 2014?

Saat ini saya terus konsentrasi pada tugas kemanusiaan sebagai Ketua
Umum PMI, yakni bagai­mana agar saat masyarakat mem­butuhkan pertolongan
kemanu­siaan (bantuan darah), harus ter­sedia di seluruh kantor dan
mar­kas PMI yang ada di tanah air.

Berapa yang dibutuhkan da­lam setahun?

Minimal 4,5 juta kantong da­rah. Sekarang ini belum seluruh­nya
dipenuhi, sehingga perlu dukungan semua pihak.

Sikap Anda tidak berubah kan siap menjadi capres?

Saya tidak mau munafik. Hara­pan masyarakat agar saya bisa kembali
tampil sebagai capres 2014, itu semua tergantung rakyat.

Kalau memang rakyat meng­inginkan seperti itu, saya juga tidak munafik,
dan tentu saya me­mikirkan untuk yang terbaik bagi kesejahteraan dan
kemasla­hatan rakyat Indonesia.

Partai Golkar akan metetap­kan Aburizal Bakrie sebagai ca­pres,
tanggapan Anda?

Saya menyambut baik keputu­san yang telah menjadi kesepaka­tan internal
Dewan Pengurus Pu­sat Golkar itu. Selama prosedur yang harus dilewati
ditempuh dengan benar, saya menghargai apa pun yang menjadi keputusan
partai.

Ini berarti Anda hanya bisa maju sebagai capres dari partai lain?

Saya tidak punya ambisi untuk mencari kekuasaan. Namun, se­perti yang
pernah saya katakan kalau memang rakyat Indonesia masih membutuhkan dan
mem­beri­kan kepercayaan, saya siap. Tapi saya belum melakukan
pen­jajakan dengan partai manapun. Belum sampai sana pembicaraan­nya.
Lagipula masih lama itu. Lihat nanti saja.

Bagaimana kalau Anda yang dijajaki?

Itu adalah soal lain. Kalau ada partai politik yang meminta ke­se­diaan
saya. Itu namanya dijaja­ki, bukan menjajaki. Jika ada partai politik
yang meminta ke­sediaan saya atas permintaan rakyat Indo­nesia, maka
saya tidak bisa menolak.

Kalau Anda maju, berarti ada perpecahan di Partai Gol­kar dong?

Sama sekali tidak. Saya masih terus berkomunikasi dengan Pak Ical kok.
Saya komunikasi tele­pon-teleponan. Tapi konteks bicara sebagai teman.
Hubungan pertemanan kami sudah terjalin sejak mahasiswa. Saya tidak
ingin mengganggu kaderisasi partai.

Saya menghormati apapun keputusan partai, termasuk ren­cana Pak Ical
maju menjadi ca­pres dari Golkar di 2014. Sebagai orang Golkar tentu
kita harus menghormati aturan.

Apakah Ical cocok menjadi capres?

Saya tidak bisa menilai apakah Pak Ical cocok untuk menjadi ca­pres.
Sebab, yang bisa menilai cocok atau tidaknya adalah rakyat.

Apa Aburizal Bakrie sudah meminta restu kepada Anda untuk maju di
Pilpres 2014?

Saya kira bukan soal restu. Itu kan tergantung prosesnya

Ketua MPR Taufik Kiemas me­­nyindir agar tokoh sudah ber­umur tidak usah
menjadi ca­pres, tanggapan Anda?

Saya tidak risau dengan hal itu. Saya yakin Pak TK itu se­orang
nasionalis yang patuh pada kons­titusi dan undang-undang. Yang
menyebutkan ka­lau bicara pre­siden yang dibatasi justru batas bawah
bukan batas atas. Kalau yang dibatasi batas atas itu tidak sesuai dengan
empat pilar. [Harian Rakyat Merdeka]

http://www.rmol.co/read/2012/05/28/65259/Jusuf-Kalla:-Hubungan-Pertemanan-Dengan-Ical-Sudah-Terjalin-Sejak-Mahasiswa-

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment