Jawa Terancam Gelap Gulita-Blokade Batu Bara di Kalimantan Jangan
Berlarut-larut PDF Print
Tuesday, 29 May 2012
ImageJAKARTA– Aksi blokade jalur angkutan batu bara di Sungai Barito,
Kalimantan Selatan, bisa berakibat fatal apabila berlangsung lama.
Pasokan listrik di Pulau Jawa akan terganggu.
"Konsekuensinya mati lampu. Sebagian Jawa gelap gulita," ujar Kepala
Divisi Batu Bara PT PLN (Persero) Helmi Najamudin di Jakarta kemarin.Dia
berharap aksi blokade jalur angkutan batu bara tidak dibiarkan berlarut-
larut. Masalah ini berpotensi mengancam pasokan batu baraPLN."Normalnya
stokbatu bara yang kami miliki hanya cukup selama 25 hari,"ungkapnya.
Sabtu (26/5) lalu sejumlah elemen masyarakat
memblokadejalurpengirimanbatubara di Sungai Barito. Mereka menuntut
tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah itu.Aksi
masyarakat itu tak lepas dari problem kelangkaan BBM bersubsidi di
Kalimantan. Sebelumnya empat gubernur di Kalimantan telah meminta
pemerintah pusat untuk menambah BBM bersubsidi.
Helmi Najamudin menjelaskan, pembangkit listrik di Jawa sangat
bergantung pada pasokan listrik dari Kalimantan. Sekitar 43% pembangkit
listrik di Jawa menggunakan batu bara dan tidak bisa disubstitusi dengan
menggunakan bahan bakar lain."Kalau pembangkit gas, masih bisa
menggunakan BBM.Tapi kalau dari batubara,tidak bisa,"katanya. Dia
mengungkapkan, pasokan batu bara di Kalimantan sangat besar, mencapai
80%. Selebihnya berasal dari Sumatera.
Saat ini aksi blokade hanya terjadi di Kalimantan Selatan meski tidak
tertutup kemungkinan akan merembet ke tiga provinsi."Pemerintah harus
segera mencari solusi agar tidak meluas,"kata dia. Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meminta para gubernur
se-Kalimantan tidak mengan- cam dengan menyetop pengiriman batubara.
Menurutnya, bila direalisasikan, kebijakan itu justru akan merugikan
gubernur dan daerah itu sendiri.
"Tentu lebih banyak ruginya kalau batu bara dari Kalimantan tidak boleh
keluar.Listrik di Jawa bisa mati, seluruh Indonesia juga.Kemudian
gubernurnya tidak dapat PAD. Kalau tidak dapat PAD, lantas rakyat dapat
apa, "ucapnya. Dia menuturkan,semua pihak saling bergantung sehingga
tidak boleh saling mengancam. Dia berjanji akan segera mencari jalan
keluar masalah ini bersama para gubernur di Kalimantan."
Kita juga akan segera ajukan kuota itudalam waktu dekat ke
DPR,"ungkapnya. Anggota Komisi VII DPR Bobby A Rizaldi menuturkan,
penambahan kuota BBM bersubsidi belum disampaikan resmi kepada DPR. Bila
ingin menambah kuota BBM bersubsidi, pemerintah dan DPR harus melakukan
revisi APBN-P 2012. "Karena volume kuota sudah ditetapkan pada APBN 2012
juga APBN-P kemarin.Apakah nanti ada APBN-P jilid kedua, belum ada
kejelasan,"katanya.
Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto menilai pemerintah lamban
menangani masalah kuota di Kalimantan. Menurutnya, DPR sampai saat ini
belum menerima proposal permintaan tambahan kuota BBM bersubsidi dari
pemerintah. Pihaknya justru mendapat permintaan tambahan kuota BBM
subsidi dari Kalimantan."Permintaan dari empat gubernur di Kalimantan
kepada DPR belum lama ini mungkin membuat langkah pemerintah meminta
tambahan kuota BBM bersubsidi semakin kuat," ungkapnya.
Dia menjelaskan, kewenangan pengajuan penambahan kuota BBM bersubsidi
ada di pemerintah pusat. Termasuk tentang berapa besar jumlah
penambahannya serta ke mana saja akan didistribusikan."Saya dengar minta
tambah kuota 2,5 juta kiloliter, namun didistribusikan ke mana saja kan
belum jelas. Karena itu perlu ada penjelasan yang detil dari
pemerintah,"katanya. nanang wijayanto
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498808/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Jawa Terancam Gelap Gulita-Blokade Batu Bara di Kalimantan Jangan Berlarut-larut
Info Post
0 comments:
Post a Comment