Rachland Nashidik:
Beri Teladan, SBY Tak Mau Dinasti Politik
"Sekalipun diminta atau diperjuangkan oleh Partai Demokrat," kata Rachland.
Senin, 28 Mei 2012, 23:47 WIB
VIVAnews - Sebanyak 10 nama bakal calon presiden dikabarkan sedang
digodok oleh Partai Demokrat untuk diusung pada Pemilihan Presiden 2014
mendatang.
Diantara 10 bakal calon, terdapat nama Ani Yudhoyono. Munculnya nama
istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengundang reaksi dari
internal Partai Demokrat. Misalnya, pernyataan Sekretaris Departemen Hak
Asasi Manusia DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Dia membantah soal
pencalonan Ani Yudhoyono.
"Perlu sekali lagi digarisbawahi, presiden secara konsisten memiliki
sikap bahwa tidak ada anggota keluarganya yang diizinkan menjadi Capres
2014. Sekalipun diminta atau diperjuangkan oleh Partai Demokrat," kata
Rachland dalam keterangan persnya, Senin 28 Mei 2012.
Rachland melanjutkan, seusai pengabdian SBY sebagai presiden berakhir
pada 2014 nanti, SBY dan keluarga memilih beristirahat dari tugas-tugas
publik.
"Sikap itu diambil oleh presiden dengan maksud memberi teladan
berdemokrasi secara konsisten. Bukan saja kepada rakyat Indonesia secara
umum, namun juga kepada partai dan keluarganya sendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, dia berharap, agar seluruh kader menghormati sikap
Presiden SBY dan tidak mengait-ngaitkan Ani Yudhoyono serta keluarga SBY
pada Pilpres mendatang.
"Para kader perlu menghentikan pernyataan yang kontraproduktif,
menimbulkan kesan keliru mengenai dinasti politik. Sebab hal itu justru
menyalahi prinsip yang diyakini Presiden SBY untuk memajukan demokrasi
kita," dia menegaskan.
Presiden dan keluarga, kata Rachland, sangat yakin Indonesia tidak
kekurangan figur-figur pemimpin bangsa yang cakap untuk dicalonkan oleh
Partai Demokrat sebagai presiden selanjutnya. Namun, bukan dari keluarga
Presiden SBY.
Kendati begitu, 10 nama bakal calon yang disurvei itu, kata Rachland,
tidak mewakili Majelis Pimpinan Tertinggi Partai yang diketuai SBY.
Apalagi mewakili preferensi politik SBY.
"Perlu dijelaskan, 10 nama dimaksud sebenarnya adalah hasil survei untuk
mengetahui figur-figur pemimpin yang paling dikenal publik berikut
tingkat likeability dan electability masing-masing," katanya.
http://us.politik.vivanews.com/news/read/318077--sby-konsisten--tak-izinkan-keluarga-nyapres-
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Rachland Nashidik: Beri Teladan, SBY Tak Mau Dinasti Politik
Info Post
0 comments:
Post a Comment