Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
BP Migas Rekomendasikan 3 Skenario Habis Kontrak
Senin, 28 Mei 2012 03:33 WIB


BP Migas Rekomendasikan 3 Skenario Habis Kontrak
ANTARA/Paramayuda/zn
JAKARTA--MICOM: Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi
merekomendasikan tiga skenario untuk blok minyak dan gas yang akan habis
masa kontraknya.

Juru Bicara BP Migas, Gde Pradnyana di Jakarta, Minggu (27/5),
mengatakan, ketiga usulan tersebut merupakan hasil kajian yang telah
dilakukannya.

"Tujuannya adalah peningkatan produksi, sekaligus kapasitas nasional,"
katanya.

Skenario itu adalah pertama untuk blok yang memiliki kinerja operator
tinggi sekaligus potensi cadangan banyak, dapat dipertimbangkan
diberikan perpanjangan dengan melibatkan PT Pertamina (Persero) dan BUMD
sebagai pemegang hak partisipasi.

Kedua, blok yang memiliki kinerja operator rendah, namun memiliki
potensi cadangan tinggi, dapat diberikan kepada Pertamina sebagai
operator dengan melibatkan BUMD dan kontraktor eksisting sebagai
pemegang hak partisipasi.

Skenario ketiga adalah blok yang memiliki kinerja operator rendah
sekaligus potensi cadangan rendah, maka dilakukan tender terbuka.

BP Migas mencatat, dari 72 blok yang masuk dalam tahap produksi, 29 di
antaranya akan habis masa kontraknya dari 2013 sampai 2021.

Pada 2013, satu blok akan habis kontrak yakni Siak dengan operator PT
Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan 2015 juga ada satu yakni Gebang
dengan operator JOB Pertamina-Costa.

Lalu, 2017, ada empat blok akan habis pada 2017 yakni Mahakam dengan
operator Total EP Indonesie, Offshore North West Java (ONWJ) yang
dikelola PT Pertamina Hulu Energi, Attaka (Inpex Corp), dan Lematang (PT
Medco EP Indonesia).

Selanjutnya, pada 2018, ada delapan yakni Blok Tuban yang dikelola Joint
Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina, Ogan Komering (JOB
Pertamina-Talisman), North Sumatra Offshore B (ExxonMobil), Southeast
Sumatra (CNOOC), Tengah (Total), NSO Extention (ExxonMobil), Sanga-Sanga
(Vico Indonesia), dan West Pasir dan Attaka (Chevron Indonesia Company).

Pada 2019, terdapat empat blok yakni Bula dengan operator Kalrez
Petroleum, Seram Non Bula (Citic), Pendopo dan Raja (Pertamina-Golden
Spike), dan Jambi Merang (JOB Pertamina-Hess).

Lalu, ada tujuh kontrak habis pada 2020 yakni South Jambi B
(ConocoPhillips), Malacca Strait (Kondur Petroleum), Brantas (Lapindo),
Salawati (JOB Pertamina-Petrochina), Kepala Burung Blok A (Petrochina),
Sengkang (Energy Equity), dan Makassar Strait Offshore Area A (Chevron
Indonesia Company).

Terakhir, pada 2021, ada empat blok yakni Rokan (CPI), Bentu Segat
(Kalila), Muriah (Petronas), dan Selat Panjang (Petroselat).

Dari 29 blok itu, enam di antaranya sudah mengajukan perpanjangan
kontrak dan saat ini sedang dalam proses perpanjangan.

Keenam blok itu adalah Siak, Gebang, Mahakam, ONWJ, Lematang, dan Brantas.

"Segera setelah proses evaluasi selesai, kami akan sampaikan ke
Kementerian ESDM untuk mendapatkan persetujuan Menteri," kata Gde.
(Ant/Ol-3)

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/28/322476/4/2/BP-Migas-Rekomendasikan-3-Skenario-Habis-Kontrak

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment