Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
Zona Waktu RI Disatukan, Ini Tanggapan PNS
Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 28/05/2012 07:48 WIB

Jakarta - Penyatuan zona waktu yang direncanakan pemerintah rupanya
mendapatkan sambutan positif dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hanan Haq, salah seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di
Kanwil DJP Papua Maluku mengaku sangat terberkahi atas rencana
pemerintah tersebut. Pasalnya, selama ini memang harus diakui informasi
dari pusat sering terlambat sehingga sedikit banyaknya merugikan kantor
wilayah di bagian Timur Indonesia.

"Pusat terkadang minta laporan, seperti buka pendaftaran Diklat, entah
apapun itu, biasanya jam 4 WIB, dan harus segera direspons, sementara di
sini sudah jam 6, semua pegawai sudah pulang. Kadang jadi suka delay,
besoknya baru dikerjakan, kadang jadi tidak kebagian Diklat gara-gara
telat daftar," ujarnya kepada detikFinance, Senin (28/5/2012).

Selain itu, lanjut Hanan, berkah lain dari kebijakan ini bagi PNS di
wilayah Timur tentunya masuk kantor akan lebih siang dibandingkan dengan
Waktu Indonesia Timur (WIT) yang selama ini menjadi acuan kehidupan para
penduduk di sana.

"Jadi bisa berkantor lebih siang, kalau pulang jadi harus lebih malam ya
memang sudah biasa begitu," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wahyu Wibawa, pegawai Badan Pengawas
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat yang bekerja di Jakarta.
Menurutnya, dengan adanya penyatuan zona waktu ini, koordinasi antar
pusat dan daerah akan menjadi lebih baik.

"Bagi PNS di Jakarta ada positifnya karena memudahkan koordinasi dengan
kantor di daerah contohnya Papua," jelasnya.

Sementara itu, Yuhazmi, PNS Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang
berkantor di Pekanbaru mengaku tidak ada masalah jika harus ke kantor
lebih pagi dari biasanya mengingat mesekipun sama-sama masuk Waktu
Indonesia Barat, tetapi masih ada jeda sekitar 30 menit dari WIB Jakarta.

"Tidak ada masalah karena kami ikuti peraturan saja. Selama ini kami
masuk jam 7 pagi, kalau diterapkan tandanya jam 6 ya, ya tidak ada
masalah berangkat lebih pagi lagi," ujarnya.

Mengenai pertukaran data, Yuhazmi mengaku selama ini dengan 3 zona waktu
sekalipun, lembaganya tidak memiliki masalah. Pasalnya, pengelolaan data
bersifat periode bukan harian.

"Kami kan bukan bank, data yang diolah itu hitungannya bulanan, kami
mengelola data hanya 2 periode, April dan Oktober, jadi tidak ada
pengaruhnya," tambah Yuhazmi.

Namun, Jandri Welson Pattinama, pegawai Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) yang bekerja di Ambon, Maluku mengaku bingung atas
rencana tersebut. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara realitas
yang dialami masyarakat dengan realitas sosial politik yang harus diterima.

"Kalau disatukan semua jadi menurut WITA, maka WIT dan WIB akan punya
tanda waktu yang tidak sesuai dengan kenyataan empiris, koordinat
geografisnya," ujarnya.

Akhirnya, lanjut Jandri, semua tergantung pilihan rakyat Indonesia untuk
menentukan waktu hidupnya.

"Ya itu pilihan saja, berarti kita orang akan punya 2 tanda waktu. Yang
satu menurut negara, yang satu lagi menurut koordinat geografis. Tidak
ada salahnya cuma memang akan membingungkan. Kalau pertukaran info BMKG
tetap pakai GMT karena semua negara pakai standar dan sandi yang sama.
Jadi tetap pakai 3 zona waktu," tandasnya.

http://finance.detik.com/read/2012/05/28/074825/1926002/4/zona-waktu-ri-disatukan-ini-tanggapan-pns

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment