Kelulusan UN SMA Capai 99,50% PDF Print
Friday, 25 May 2012
JAKARTA– Sebanyak 1.517.125 siswa SMA/MA dinyatakan lulus ujian nasional
(UN), sementara 7.579 siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh
mengatakan,kelulusan peserta didik SMA/MA berdasarkan perolehan nilai
akhir yakni 60% nilai UN ditambah 40% nilai sekolah. Selain itu,peserta
didik SMA/MA dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata nilai akhir paling
rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0. Dari jumlah
siswa yang mendaftar UN sebanyak 1.537.772 orang, sekitar 5.732 siswa
tidak mengikuti UN karena tidak memasukkan nilai sekolahnya.
Sementara 1.532.049 siswa yang memasukkan nilai sekolah.Dari jumlah yang
mendaftar itu, 7.345 siswa tidak mengikuti UN. "Mereka yang tidak ikut
UN ini ada yang sakit, kerja,menikah,dan meninggal karena
kecelakaan.Namun,bagi yang tidak lulus, kami
sarankanikutprogrampaketataumenunggu hingga tahun depan," tandas Nuh di
Gedung Kemendikbud, Jakarta,kemarin.
Mantan menkominfo ini mengungkapkan,jumlah sekolah yang lulus 100%
mencapai 15.024 sekolah atau 87%.Ada empat sekolah yang tidak lulus
100%, yakni SMA Swasta Dorema, Medan,Sumatera Utara; MA Swasta Al Maarif
Bengkel, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara; MA Nahdatul Wathan, Kabupaten
Halmahera Timur, Maluku Utara; dan MAS Al Jabbar Lainea, Kabupaten
Konawe Selatan,Sulawesi Tenggara. Jika dilihat dari jurusan, terangnya,
maka peserta didik dari jurusan IPS yang paling banyak lulus, yakni
mencapai 801.557 siswa.
Selanjutnya, IPA sebanyak 671.460 siswa,Bahasa ada 30.735 siswa,dan
Keagamaan ada 13.353 siswa. Nuh mengatakan, Nusa Tenggara Timur (NTT)
menempati posisi teratas jumlah siswa tidak lulus dengan 1.294 siswa
tidak lulus. Disusul Gorontalo (218 siswa), Papua (187 siswa),Sumbar
(183 siswa), Kalteng (160 siswa),dan Banten ada 156 siswa tidak lulus
karena tidak mencapai nilai rata-rata.
NTT juga berada di posisi teratas jumlah siswa yang tidak lulus dengan
klasifikasi ratarata nilai akhir 5,5 lebih besar, namun satu mata
pelajarannya kurang dari nilai empat. Jumlahnya mencapai 292 siswa.
Kemudian disusul Aceh dengan 178 siswa, Kalbar 171 siswa, Jateng 146
siswa. "Kami akan mengintervensi mereka dengan peningkatan kompetensi
materi dan metode mengajar, penugasan guru sesuai latar belakang
pendidikan, peningkatan sarana-prasarana, dan penambahan guru sesuai
kebutuhan,"paparnya.
Sementara untuk nilai UN tingkat SMK tahun ini,siswa yang dinyatakan
lulus mencapai 1.036.478 siswa atau 99,72%,sedangkan yang tidak lulus
mencapai 2.925 siswa atau 0,28%. Siswa SMK yang mendaftar UN mencapai
1.048.972 orang.Dari angka itu, 4.664 siswa tidak memasukkan nilai
sekolah dan 1.044.308 siswa mengirimkan nilai sekolahnya.Dari jumlah
itu, 4.905 siswa atau 0,47% yang tidak mengikuti UN.
Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menilai,hasil UN tahun 2012 untuk
tingkat SMA/MA yang mencapai angka 99,50% angka kelulusan secara
nasional tidak otomatis menggambarkan kualitas pendidikan yang
sesungguhnya. Berbagai faktor, seperti mekanisme pengawasan yang lemah,
kebijakan untuk menaikkan citra daerah lewat angkaangka UN terindikasi
bersifat sistematis.
Politikus Fraksi PKS ini mengatakan, adanya tim sukses UN, kecurangan
aparat, dan sebagainya, berkontribusi terhadap munculnya distorsi hasil
UN. Faktor ini memperlihatkan bahwa angka-angka yang ditampilkan masih
bersifat semu.
Ini juga bisa disimpulkan bahwa nilai UN,terutama untuk tingkat SMA
belum bisa dijadikan ukuran untuk seleksi jenjang berikutnya."Nilai UN
pun tidak bisa dijadikan sebagai ukuran tunggal untuk melakukan
intervensi bagi daerahdaerah yang dianggap nilai UNnya
rendah,"tandasnya. neneng zubaidah
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497796/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Kelulusan UN SMA Capai 99,50%
Info Post
0 comments:
Post a Comment