KRISIS UTANG EROPA-Bank Sentral Harus Bersiap PDF Print
Tuesday, 29 May 2012
Bank sentral dan perusahaan keuangan di Eropa harus mempersiapkan diri
menghadapi kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro. Menurut Menteri
Luar Negeri Belgia Didier Reynders,kesiapan tersebut dituntut
pascameningkatnya kekhawatiran di pasar keuangan akibat memburuknya
keuangan di Yunani yang menjalar ke Spanyol.
Yunani sendiri saat ini hanya berkontribusi 2% kepada ekonomi zona euro
dan sangat berisiko keluar dari blok mata uang tunggal karena belum
adanya kesepakatan penghematan di dalam negerinya sebagai syarat
pencairan dana talangan berikutnya. "Sampai saat ini belum ada
pembicaraan lebih lanjut yang akan diselenggarakan di tingkat Eropa jika
Yunani keluar dari zona euro,"ujar Reynders dalam pernyataan dikutip
Reuters,Minggu (27/5) waktu setempat.
Dia menambahkan,jika bank sentral dan perusahaan tidak mempersiapkan
diri menghadapi kemungkinan tersebut,tidak mustahil bakal menjadi
kesalahan besar. Menurutnya,jikaYunani keluar dari zona euro,Spanyol
akan menjadi negara yang paling banyak mendapat efek negatif. Pemerintah
wilayah terkaya di Spanyol,Catalonia menyatakan, pihaknya membutuhkan
bantuan dari pemerintah pusat karena sudah tidak punya pilihan untuk
pembiayaan kembali (refinancing) utangnya tahun ini.
"Kami tidak peduli bagaimana pemerintah pusat melakukannya,tetapi kami
perlu bantuan tersebut untuk melakukan pembayaran pada setiap akhir
bulan.Ekonomi tidak dapat pulih jika tidak membayar tagihan,"imbuh
Presiden Catalonia Artur Mas. Setelah mengumumkan tagihan
refinancingsebesar 36 miliar euro,keuntungan wilayah paling kaya di
Spanyol tersebut kemungkinan akan hilang.
Di atas utang publik yang besar,Spanyol juga tengah menghadapi masalah
di sektor perbankan yakni kredit macet terkait dengan ledakan pasar
properti. Sebelumnya bank terbesar keempat Spanyol Bankia SA Jumat
(25/5) pekan lalu meminta dana talangan (bailout) 19 miliar euro untuk
menutupi kerugian.Ini akan menjadi menjadi bailout terbesar untuk bank
Spanyol di masa krisis.
Pada saat yang sama pasar asuransi London Lloyd juga tengah
mempersiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan jatuhnya
euro. Chief Executive Officer (CEO) Lloyd Richard Ward
mengungkapkan,dengan Yunani akan melakukan pemilihan umum (pemilu) baru
pada Juni,muncul kekhawatiran bahwa Athena terpaksa keluar dari zona
euro. "Saat ini kami sedang mempersiapkan rencana guna kemungkinan
keluarnya Yunani dari kawasan Eropa.
Lloyd akan menyelesaikan klaim dengan menggunakan mata uang
ganda,"paparnya. Sekadar diketahui,Yunani telah menerapkan
langkahlangkah pengetatan penghematan sebagai imbalan atas bailout dari
pemberi pinjaman internasional.Tetapi,resesi yang telah berjalan lima
tahun membuat masyarakat Yunani semakin menentang program penghematan
tersebut. Kondisi ini diperparah dengan hasil pemilu bulan lalu yang
mayoritas dimenangkan partai penolak penghematan.
Analis mengutarakan bahwaYunani dapat meninggalkan langkahlangkah
penghematan dan keluar dari blok mata uang tunggal jika partai yang
kontra penghematan memenang kan suara terbanyak pada pemilu mendatang.
Lebih lanjut Ward mengatakan, pihaknya mempunyai fungsionalitas
multi-mata uang dan akan beralih ke multi-mata uang jika Athena
meninggalkan euro dan mulai menggunakan drachma.● CHINDYA CITRA
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498617/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] KRISIS UTANG EROPA-Bank Sentral Harus Bersiap
Info Post
0 comments:
Post a Comment