KE K H AWAT I R A N publik bahwa Indo nesia kian menjadi surga bagi narkotika pascakeluarnya grasi untuk Schapelle Leigh Corby, warga Australia terpidana 20 tahun kasus penyelundupan mariyuana, menjadi kenyataan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam konferensi pers, di Jakarta, kemarin, mengumumkan bahwa pihaknya telah membongkar sindikat penyelundupan narkotika jaringan internasional bernilai lebih dari Rp400 miliar. Bahkan, penyelundupan narkotika jenis ekstasi itu diduga dibekingi salah satu oknum anggota TNI Angkatan Udara berinisial S.
Dalam rilis bersamaan, petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai Bali menggagalkan upaya penyelundupan kokain seberat 4,791 kg senilai sekitar Rp24 miliar dari seorang warga negara Inggris, Lindsay June Sandiford, 56.
Dua pekan lalu, Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap pengiriman sabu 351 kg senilai Rp702 miliar.
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai, I Made Wijaya, mengatakan Sandiford ditangkap pada Sabtu (19/5) pukul 14.00 Wita, setelah turun dari pesawat Thai Airways TG 431 rute Bangkok-Denpasar.
Dari China Adapun terkait dengan penyelundupan ekstasi, Kepala BNN Komjen Gories Mere menjelaskan S yang juga anggota Primer Koperasi Kalta (Primkop Kalta) pada Badan Intelijen Strategis (Bais) disebut telah memalsukan dokumen administrasi untuk memudahkan proses masuknya ekstasi. Selain S, tujuh orang yang merupakan bagian dari sindikat, yakni RS, R, A, M, AR, MM, dan J ikut ditangkap dan kini masih menjalani pemeriksaan.
Gories Mere menjelaskan, operasi gabungan Komodo 2012 yang melibatkan Ditjen Bea dan Cukai, TNI, dan Polri mencium informasi aktivitas pengiriman narkotika dari Shenzhen, China, tujuan Jakarta. Barang ditempatkan dalam sebuah kontainer dan dibawa melalui jalur laut menggunakan kapal
YM Instruction Voyage 93 S.Kapal bertolak dari Pelabuhan Lianyungan pada Sabtu (28/4). Selang 10 hari kemudian, paket tiba di Pelabuhan JITC, Tanjung Priok. Petugas pelabuhan yang memeriksa keleng kapan surat terkecoh dengan dokumen bertuliskan Bais-TNI yang di dalamnya tertera tanda tangan Kepala Primkop Kalta dan belakangan diketahui sengaja dipalsukan.
Selain memalsukan dokumen, S juga mengubah data packing list untuk menurunkan bea masuk dan selanjutnya selisih pembayaran itu diambil dan dinikmati pelaku.
Kontainer berisi 12 kardus warna cokelat polos. Petugas menemukan 1.412.476 (hampir 1,5 juta) butir pil ekstasi yang
dibungkus dalam 16 kemasan warna kuning emas bertuliskan Cinese Tea. Lolosnya narkotika bernilai Rp494,3 miliar itu merupakan kejahatan lintas negara yang melibatkan anggota militer.Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menegaskan TNI berkomitmen, bila ada anggota yang terlibat, akan ditindak tegas hingga pemecatan bahkan ke pengadilan.
(RS/AT/X-7)
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/29/ArticleHtmls/Narkotika-Terus-Banjiri-Indonesia-29052012001028.shtml?Mode=1

0 comments:
Post a Comment