Tidak ada alasan bagi pemerintahan SBY memaksakan mekanisme pemilihan
dalam pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur DI Yogyakarta.
Presiden Susilo Bamb a n g Y u d h oy o n o kembali meminta para menteri
hemat biaya perjalanan. Caranya dengan turut serta dalam rombongan
presiden saat melakukan kunjungan kerja dan tidak pergi sendiri untuk
menyusul Presiden.
Hal itu dikatakan Presiden saat membuka rapat koordinasi dan pemaparan
Gubernur Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung Agung,
Yogyakarta, kemarin.
"Khusus untuk rombongan dari Jakarta, agar dibiasakan kalau ada kegiatan
seperti ini, meskipun pertemuan ini sebagian dari kegiatan kita selama
berkunjung ke daerah, Saudara bisa ikut dalam pesawat yang saya
tumpangi, menghemat, jauh lebih efi sien," cetus Presiden.
Presiden melanjutkan, para menteri juga sebaiknya memanfaatkan fasilitas
gedung atau wisma negara untuk ditempati. Sehingga tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk penginapan.
"Kemudian di tempat ini, gedung negara, kantor kita juga, saudara bisa
bermalam, tidak perlu bermalam di luar.
Dengan demikian, kita juga bisa melakukan efisiensi," jelas Presiden.
Rombongan Presiden yang berangkat pada pukul 08.15 WIB dari Bandara
Halim Perdanakusuma, Jakarta, terdiri dari Menteri Koordinator
Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri ESDM Jero
Wacik, dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Selain itu, ada Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemu
da dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Sekretaris Negara Sudi
Silalahi, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heryawan, dan Sekretaris
Kabinet Dipo Alam.
Saat pemaparan akan dimulai, rombongan menteri bertambah di antaranya
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisyahbana, Menteri
Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Agung Laksono, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo.
Selain itu, ikut bergabung Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri
PU Joko Kirmanto, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
Di Yogyakarta, SBY melaksanakan tiga kegiatan menyangkut upaya
peningkatan ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan.
Kemudian ada pertemuan lanjutan dengan para rektor, para ahli, dan
menteri untuk memastikan mengembangkan transportasi hemat energi
berjalan baik dan berjalan nyata. Termasuk menerima kunjungan dari
British Petroleum membahas tentang proyek kontrak di Tangguh
dan beberapa kerja sama yang lain.
Disambut demonstrasi Keberadaan Presiden Yudhoyono di Gedung Agung pun
disambut dengan aksi demonstrasi oleh beberapa elemen, salah satunya
ialah dari Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan Yogyakarta.
Ketua Sekber Keistimewan DI Yogyakarta Widihasto menyatakan tidak ada
alasan bagi pemerintahan SBY tetap keras kepala ingin memaksakan
mekanisme pemilihan dalam pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur
DI Yogyakarta.
Selain itu, ada aksi demonstrasi elemen yang tergabung dalam Gerakan
Mahasiswa Pembebasan.
"Empat belas tahun reformasi berjalan tidak mampu membawa
perbaikan-perbaikan di negeri ini. SBY tidak membawa perubahan," tegas
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan Dimas Gusti Randa.
(Mad/Ant/P-4)
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/26/ArticleHtmls/SBY-Tegur-Menteri-yang-tidak-Serombongan-26052012004019.shtml?Mode=1
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] SBY Tegur Menteri yang tidak Serombongan
Info Post
0 comments:
Post a Comment