Breaking News
Loading...
Monday, 28 May 2012

Info Post
TAJUK,Berantas Impor Ilegal PDF Print
Tuesday, 29 May 2012
Pasar domestik makin tak berdaya menahan laju serbuan barang impor baik
yang resmi maupun ilegal. Berbagai regulasi yang telah diterbitkan
mengatasi persoalan tersebut belum berjalan efektif, implementasi di
lapangan masih terganjal berbagai kendala terutama berkaitan dengan
maraknya impor ilegal.

Sebenarnya, persoalan barang impor ilegal itu sudah terdeteksi oleh
pemerintah, namun tak mudah memberantas itu dalam waktu singkat.
Celakanya, itu bisa menjadi faktor penghambat yang serius dalam
pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah komoditas impor yang berupa
barang kebutuhan sehari-hari mulai dari mainan anak-anak, baja, helm,
hingga produk ponsel bukan saja melanggar aturan kepabeanan karena masuk
secara tidak resmi melalui pelabuhan tertentu yang lemah pengawasannya
juga membahayakan bagi konsumen.

Pasalnya,komoditas impor ilegal tersebut tidak memenuhi aturan
keselamatan, keamanan, dan kesehatan lingkungan (K3L). Maraknya barang
impor ilegal tak terlepas dari permintaan masyarakat yang tinggi
terhadap barang-barang murah dengan mengesampingkan mutu barang.Ini
tentu tantangan pemerintah untuk memotong rantai distribusi yang ada,
mulai dari pengawasan sejumlah pelabuhan-pelabuhan kecil yang menjadi
pintu masuk dari barang-barang haram itu, pengawasan yang ketat terhadap
pusat-pusat perdagangan yang menjadi pasar empuk bagi komoditas impor
ilegal.

Mengatasi persoalan tersebut, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku
sedang memperkuat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea
Cukai,Kementerian Keuangan. "Kita sudah duduk bersama dengan kawan-kawan
dari Bea Cukai serta aparat terkait. Kita ingin penegakan hukum yang
tegas sehingga siapa pun yang tidak mengikuti aturan yang ada harus
ditertibkan," tegas Gita.

Kita berharap pihak Bea Cukai sebagai pintu terdepan masuknya barang
impor dapat berperan secara maksimal,dan berharap para aparat tidak
goyah dengan sogokan dari pengusaha nakal untuk meloloskan barang
dagangannya yang ilegal. Persoalan barang impor ilegal bukan sekadar
menyangkut K3L yang sangat merisaukan itu, melainkan tidak bisa
dilepaskan begitu saja dari dampak buruk terhadap daya saing industri
nasional.

Produk-produk impor ilegal dilepas di pasar domestik dengan harga
miring,sementara harga barang-barang produksi di dalam negeri tidak bisa
bersaing karena terbebani biaya bunga perbankan yang tinggi,dan sejumlah
biaya siluman yang seharusnya tak memberati lagi dunia usaha. Mengatasi
serbuan barang-barang impor ilegal memang tak gampang sebab pasar
Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di kawasan Asia adalah
sasaran empuk bagi produsen luar negeri, terutama barang-barang dari
China, Thailand, dan Malaysia.

Selain itu, pasar Indonesia secara ilegal juga relatif lebih mudah
ditembus dibanding sejumlah pasar di kawasan Asia Tenggara. Bayangkan,
tidak kurang dari 130 pintu masuk atau pelabuhan yang bisa dilalui
dengan mudah.Meski demikian,pemerintah tak boleh menyerah dengan
keadaan. Karena itu, kita berharap pengawasan dan penegakan hukum dalam
memberantas komoditas impor ilegal harus benar-benar dilaksanakan.

Tidak ada lagi kata tawar-menawar untuk urusan ini.Awal bulan ini Tim
Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Kementerian Perdagangan sudah
melemparkan enam berkas kasus produk impor yang diduga ilegal kepada
Kejaksaan Agung. Ini sebuah langkah tepat bahwa pemerintah serius
menangani pelanggaran aturan.Kita berharap aparat penegak hukum jangan
sampai "masuk angin" menangani kasus tersebut sebab sudah menjadi
rahasia umum pengusutan sebuah kasus seringkali putus di tengah jalan
tanpa sebab yang jelas.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498683/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment