Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Astana - Belakangan ini nama mobil hybrid kembali ramai diperbincangkan,
pemerintah punya niat mengembangkan mobil ini di dalam negeri. Ada
beberapa alasan mengapa pemerintah ingin mengembangkan mobil perpaduan
berbahan bakar minyak dan listrik ini.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menjelaskan, kedepannya mau
tidak mau pemerintah harus mencari solusi terkait tingginya permintaan
BBM yang terus tumbuh setiap tahun. Salah satu caranya mengembangkan
kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat BBM, walaupun butuh
perjalanan panjang dan berliku.

Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menteri Perindustrian
MS Hidayat di Radisson Hotel, Astana, Kazakhstan, Rabu (25/5/2012).

Bisa jelaskan latar belakang Presiden SBY kepincut pengembangan mobil
hybrid?

Awalnya kita semua mengetahui bahwa in the future kita akan terus
menerus mengalami kekurangan BBM dan knowing bahwa kebutuhan BBM kita
meningkat karena mobil, otomotif, motor itu meningkat sesuai dengan
kemajuan ekonomi Indonesia. Maka diperlukan suatu teknologi yang bisa
hemat energi, ramah lingkungan dan bisa mengurangi emisi karbon.

Maka percakapan kita adalah kriteria adalah mencari mobil yang hybrid,
dua mobil elektrik dan ketiga adalah advance diesel dan keempat adalah
biofuel. Dari keempat itu yang memenuhi kriteria maka saya akan mulai
dengan hybrid. Karena sudah diproduksi oleh Toyota terlebih dahulu.

Maka Presiden langsung melakukan tes fisik tiga minggu lalu di Istana
Merdeka. Tapi tidak berarti nanti hanya Toyota saja, tapi siapa saja
yang bisa menghasilkan teknologi yang sama.

Kenyataanya di saat yang sama Menteri BUMN Dahlan Iskan juga
mengembangkan mobil nasional (mobnas) listrik, apa nanti tidak bertabrakan?

Memang tadi ada 4 kriteria. Oleh karena itu maka tidak akan bertabrakan.
Semua bisa jalan. Hybrid dikembangkan mobil listrik juga bisa. Tapi
mobil listrik itu ada kendala sebenarnya. Baru dilakukan di AS dan RRC
dan belum secara massal baru beberapa ribu saja dan membutuhkan
perisapan matang untuk infrastrukturnya. Contohnya seperti kebutuhan
untuk charger-nya, kan ini memang tidak berjarak jauh tapi harus ada
tempat charge sendiri.

Jadi kemungkinan besar lebih di Hybrid ya? Implementasi di Indonesia?

Iya, kemungkinan seperti itu. Hybrid itu sudah ada barangnya dan produksi.

Lalu kendalanya apa saja?

Jadi kalau diimpor itu masih harganya masih 45-50% lebih mahal dari
mobil biasa.

Terkait dengan negosiasi dengan Toyota sendiri, sudah sejauh mana dan
apa permintaan mereka soal mobil Hybrid?

Mereka maunya impor dulu yang banyak dalam jangka waktu panjang karena
kan mereka memang mau jualan di sini. Untuk impor itu supaya harga
terjangkau bagimana? Kan harga memang lebih mahal mereka minta
difasilitasi pajak. Pemerintah sih setuju kasih kesempatan tes pasar
selama 1-2 tahun tapi harus terkait dengan rencana produksi mereka.
Dimulai dari perakitannya kemudian pabriknya dan program lokalisasi
komponen.

Thailand kan sudah masuk mobil Hybrid, kenapa bisa semudah itu di sana?

Kita bukan impor dari sana, dari Jepang. Tapi target saya adalah membuat
Indonesia jadi basis produksi untuk domestik dan sebagian besar ekspor.
Target tahun ini 30% total produksi Indonesia bisa di ekspor ke kawasan
maupun global. Basis produksi untuk ekspor sama di Thailand. Indonesia
memang sudah bisa menuju sana, karena guru kita kan karyawan kita yang
well trained dan local content sudah mendekati 80%.

Pemerintah seperti melakukan perlakuan khusus ke Astra
(Toyota-Daihatsu). Apa benar yah? sampai Mobil dinas menteru banyak
Toyota. Hybrid saja yang diajak Toyota?

Itu rumor, kita belum ada kepastian Hybrid nanti menggunakan Toyota kok.
Tapi kalau Toyota dalam perundingan berjalan dan fasilitas pajak bisa
terjangkau dibeli orang dan produksi mereka di Indonesia maka akan
berlaku regulasi untuk semua merek yang bisa memproduksi hybrid. Di mana
30 Km per Liter bebas kok Honda juga dipersilakan.

Mobil dinas Kementerian saja banyak pakai Toyota, apa memang mereka
menjanjikan sesuatu?

Jadi begini, pasar Toyota itu hampir 60% dari pangsa nasional mereka
advance dalam menjual dan memperkenalkan. Nah jika nanti sebut saja
Honda bisa melakukan hal yang sama maka kita bisa saja pakai.

Memangnya roadmap industri otomotif kita bagaimana? Ada mobil sekarang
ada rencana mobil murah, mobil hybrid, lalu mana yang jadi prioritas?

Mobil terjangkau dan ramah lingkungan. Ini berlaku kedepannya dan jadi
trademark. Saya ciptakan low cost and green car (LCGC). Low cost di
bawah Rp 100 juta dan green car itu bisa 30 Km per liter bukan 12 Km per
liter. Ini segmen menengah bawah yang low cost dan menengah ke atas
pakai hybrid itu.

Nah itu bicara mobil pribadi, kalau angkot bagaimana? Mobil dibenahi
tapi angkot masih boros, tak ramah lingkungan dan amburadul?

Angkot bakal kita pasangi converter kit semua, kemudian dipersiapkan
semua suplai BBG-nya dan SPBG-nya melalui kementerian ESDM. Dua tahun
ini akan diberlakukan.

Kedua, saya dari Kementerian Perindustrian mensinyalir lebih dari 50%
angkot tidak laik lagi. Lebih efisien kalau diganti baru demi
keselamatan dan teknologi. Lebih baik pengusaha angkot itu diberi
kemudahan kredit dan bunga yang disubsidi sehingga bisa beli angkot baru
dengan efisien dan ramah lingkungan.

Kita sudah bicara di kabinet dan saya sedang menyusun proposal ini
memperlakukan angkot murah karena kan tarif regulasi dari pemerintah
maka pengadaan harus disubsidi, seperti bunganya dan kepastian mobilnya.

Kapan target pemerintah, bisa kurangi penggunaan BBM?

Saya pendapat pribadi saja, kenaikan BBM semestinya terjadi kemarin (1
April) sehingga kita bisa atur lebih riil konsumsi BBM subisdi dan non
subsidi sesuai APBN, kan APBN harga naik asumsinya harusnya.

Saya menginginkan ke depan seluruh kendaraan pakai teknologi ramah
lingkungan dan hemat energi BBM. Sudah waktunya juga menghilangkan
subsidi ke BBM dengan cara tadi pada waktunya tidak akan lagi ada
subsidi BBM.

Angkutan umum pakai BBG, mobil pemerintah BBG, dan nantinya private car
untuk sukarela saja memang. Alphard nggak boleh 'minum' BBM premium.
Mereka harus dipermalukan walau secara hukum punya hak tapi secara
sosial itu mereka ambil hak orang yang tidak mampu.

Itu etika bersosial saja harus dipermalukan memang, itu salah satu
caranya. Perjalanan panjang mengurangi ketergantungan ke BBM itu.


http://finance.detik.com/read/2012/05/23/131657/1922696/459/demi-ngirit-mengejar-mimpi-produksi-mobil-hybrid

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment