tahan rasa pedih itu / dengan ketabahan / ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka
(dipetik dr puisi Amrus Natalsya "Warna dan Mata" )
14 – 31 Mei 2012
09.00 - 19.00 WIB
(termasuk hari sabtu dan minggu)
Di Galeri KONTRAS
Jl. Borobudur 14 Menteng
Jakarta Pusat
poster-poster bisa diakses disini http://www.facebook.com/photo.php?fbid=422035691154576&set=a.421613737863438.103338.158632180828263&type=1&theater
Dalam rangka memperingati 14 tahun Reformasi, Kontras dan Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) mengadakan pameran dan perayaan kata dan warna 'MELAWAN LUPA'.
…….
Merayakan kata pada 1247 surat-surat rakyat korban pelanggaran hak asasi manusia, yang sesungguhnya para 'survivor' itu yakni mereka yang 'menahan pedih dengan ketabahan', mereka yang kukuh melawan lupa dan berjuang menegakkan keadilan. 'MUTIARA BAGI KERANG YANG LUKA'. Surat-surat ini ditujukan kepada penguasa yang sibuk berbual-bual dengan pencitraan disatu sisi, serta abai, ingkar bahkan menghapuskan/memanipulasi ingatan rakyat. Surat-surat beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto-foto para 'survivor" ini berasal dari 27 wilayah/ kota dari Papua, Sulawesi, Kupang, Lampung, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta hingga Aceh.
…….
Merayakan warna pada goresan, guratan, irisan, sapuan warna pada serial 70 lukisan "Praktik Agung Perjuangan Rakyat : sejatinya demokrasi, hak asasi manusia serta keadilan bukanlah gagasan dan praktik yang lahir dari menara gading atau juga pemberian 'negara', tetapi tak lain dan tak bukan lahir dari praktik perlawanan terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan. praktik agung perjuangan rakyat"
Mohon kehadirannya untuk menambahkan kata dan warna "MELAWAN LUPA" serta menumbuhkan energi dan komitmen baru untuk melipatgadakan kualitas dan kuantitas "PRAKTIK AGUNG PERLAWANAN RAKYAT".
Salam Pembebasan
KONTRAS (Ali Nursahid)
Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (Andreas Iswinarto)
HUMAN LOVES HUMAN
0 comments:
Post a Comment