Di pekuburan ini
Izinkan aku mencium tanya padamu:
Ini batu nisan siapa?
Berwarna hijau tua
Segar tanahnya, harum baunya,
kalau malam tampak terang, penuh teduh....
"Ini batu nisan pemimpin kita
Yang baru makan ketika rakyatnya kenyang, baru tidur ketika rakyatnya tentram dan terlelap.
Yang ini batu nisan siapa?
Berwarna kuning, bertanah kering, tak ada rumput, dan beraroma busuk
"Ini batu nisan para pemimpin kita yang kekenyangan ketika rakyatnya kelaparan, yang tidur terlelap ketika rakyatnya kebingungan."
Kalau yang ini batu nisan siapa? Berwarna biru, bau sampah, belatng semua.
"Batu nisan ini untuk pemimpin yang suka bohong dan minta dipuja-puja. Jika ada masalah, ia minta semua rakyatnya berempati padanya. Tapi ia tak pernah punya hati untuk kita. Suka menaikkan harga-harga yang membuat rakyatnya mati setiap hari....."
Kalau yang merah ini, batu nisan siapa? Bau bangkai, begitu rupa...!!
"Ini batu nisan disiapkan untuk para pemimpin yang suka jual aset negara, mengaku merakyat tapi korupsinya paling berat."
De' Citi,
Di mana para pemimpin itu?
"Mereka segera akan kemari. Datang dega langkah cepat. Seperti kuda balapan di arena.
Mereka pasti datang. Sekarang, besok attau lusa."
De' Citi,
Kecup mesraku untuk kenakalan cintamu !!
Jakarta, 23 Mar 2012
HB
Revolusi Putih: mengganyang kebodohan, mencerdaskan bangsa
Revolusi Putih: mengganyang kebodohan, mencerdaskan bangsa
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
0 comments:
Post a Comment