Ferdinan - detikNews
Jumat, 23/03/2012 15:51 WIB
Jakarta Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanuddin mengkritik
kebijakan pemerintah menyiagakan aparat TNI di Istana Merdeka.
Menurutnya, kebijakan ini tidak tepat karena belum ada ancaman terhadap
simbol negara.
"Berdasarkan informasi dari KaBIN (Marciano Norman), belum ada ancaman
kepada Istana atau Presiden, jadi untuk apa mengerahkan TNI ke sana?"
ujar TB Hasanuddin kepada detikcom, Jumat (23/3/2012).
TB menjelaskan, TNI memang memiliki tugas operasi militer selain perang
seperti diatur UU Nomor 30/2004 tentang TNI. Namun, pemerintah harus
lebih dulu berkomunikasi dengan DPR sebelum memutuskan mengerahkan TNI
untuk operasi tersebut.
Pemerintah seharusnya mengoptimalkan kekuatan Polri untuk mengamankan
obyek vital khususnya menghadapi demonstrasi kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) yang marak digelar.
"Polri masih memiliki ribuan personel untuk menghadapi demo. Tapi bila
keadaan mendesak di lapangan, kekurangan personel maka bisa saja TNI
ikut membantu," pungkasnya.
Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, tugas pokok mengamankan
demonstrasi berada di tangan Polri. "Kalau polisi disiapkan memang untuk
itu, berbeda dengan TNI. Kalau TNI dulu memang ada detasemen anti-huru
hara yang disiapkan untuk menghadapi aksi massa, tapi sekarang kan
tidak," tandasnya.
Sebelumnya Istana telah menyampaikan klarifikasi mengenai digunakannya
kekuatan militer. Istana Merdeka merupakan obyek vital sekaligus simbol
negara yang pengamannya juga menjadi bagian tugas dari jajaran TNI. Di
dalam konteks tersebut sepasukan TNI-AD sempat disiagakan untuk
mengamankan Kompleks Istana ketika sedang berlangsung aksi unjuk rasa
menolak kenaikan BBM.
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
0 comments:
Post a Comment