DPR menghentikan sementara berbagai proyek pengadaan, menunggu audit BPK. Acara kunjungan kerja Komisi I ke luar negeri dalam rangka fungsi pengawasan berjalan sesuai rencana. Di selasela acara resmi dimanfaatkan program bebas yang bersifat santai, memang ada."
Mahfudz Siddiq Ketua Komisi I DPR
I sela-sela kunjungan kerja ke Afrika Selatan yang dibiayai negara, rombongan anggota Komisi I DPR mengaku menyempatkan diri untuk berwisata.“Acara kunjungan kerja Komisi I ke luar negeri dalam rangka fungsi pengawasan berjalan sesuai rencana.
Di sela-sela acara resmi dimanfaatkan program bebas yang bersifat santai, memang ada,” ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Jakarta, kemarin.
Mahfudz menambahkan, kunjungan wisata Komisi I yang dimaksud terjadi seperti saat rombongan membeli suve nir dalam kunjungan ke Museum Apartheid di Afrika Selatan.
Kunjungan wisata itu terjadi sebelum rombongan menemui komisi per tahanan dan komisi luar negeri par lemen Afrika Selatan. Menurutnya, dalam kunjungan ke museum tersebut dijelaskan keterkaitan Indonesia dengan politik kolonial Belanda.
“Delegasi ada agenda kunjungan ke Museum Apartheid selama 1 jam se belum pertemuan dengan komisi pertahanan dan komisi luar negeri par
lemen. Di museum tersebut dijelaskan keterkaitan Indonesia dengan politik kolonial Belanda yang mengasingkan sejumlah tahanan politik dan mengirim warga Indonesia yang dijadikan bu dak,” terangnya.Ketua DPR Marzuki Alie tidak mela rang kegiatan wisata di sela-sela kun jungan kerja. Asalkan, lanjut Mar zuki, tugas-tugas anggota dewan tidak terbengkalai dengan kunjungan wisata. “Yang penting kalau tugas utamakan tugas, di luar tugas itu urusan pribadi,” katanya.
Sebagian anggota Komisi I berangkat ke Afrika Selatan pada 13 April.Selebihnya, akan meninggalkan Tanah Air pada 20 April menuju Republik Ceko, Polandia, dan Jerman.
Sebelum keberangkatan rombongan, Mahfudz Siddiq memaparkan kegiatan di Afrika Selatan ialah pertemuan dengan komisi luar negeri pertahanan parlemen Afsel dan industri pertahanan yang sedang dikonfirmasi.
Selain itu, ada agenda silaturahim dengan tokoh Afrika Selatan Nelson Mandela.
Hentikan proyek Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menghentikan sementara proyek yang menelan biaya cukup besar bagi DPR.
Penghentian tersebut menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Sama BPK dievaluasi anggaran tahun 2012. Tetapi, yang rutin tetap jalan, enggak bisa dihentikan,“ kata Humas Setjen DPR Jaka Winarko di Jakarta, kemarin.
Namun, menurut Jaka, audit yang dilakukan BPK sudah selesai dilakukan meski pihak setjen belum menerima hasilnya. Karena itu, sejumlah proyek besar yang ada di DPR dihentikan sementara.
“Proyek fisik, sarana prasarana yang jumlahnya besar. Rumah jabatan (contohnya), tapi saya tidak tahu detailnya,“ kata Jaka.
Hingga kini, proyek seperti perbaikan toilet dan kursi dalam ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR belum rampung karena menunggu audit BPK.Proyek itu sempat menuai kritik masyarakat karena menghabiskan dana miliaran rupiah. (*/P-1)
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/04/24/ArticleHtmls/Komisi-I-Akui-Berwisata-di-Afrika-24042012005020.shtml?Mode=1
0 comments:
Post a Comment