Sebanyak 6 juta muslim Prancis diduga memboikot Nicolas Sarkozy dan Partai Serikat Gerakan Rakyat (UMP).
KANDIDAT dari Partai Sosialis, Francois Hollande, menang tipis dari calon petahana (incumbent) Nicolas Sarkozy dalam putaran pertama pemilihan presiden Prancis. Hollande mengungguli sembilan kandidat lainnya dengan perolehan suara mencapai 28,61%, terpaut 1,53% dari Sarkozy yang disokong 27,08% suara.Hasil itu, sebagaimana diungkapkan sejumlah pengamat,
merupakan cara publik Prancis menghukum Sarkozy. Kepada harian Washington Times, Francoise Lorcerie selaku sosiolog dari Institute of Studies on the Arab and Muslim World, mengatakan sebanyak 6 juta muslim Prancis muak dengan kebijakan Sarkozy.Setali tiga uang, M'hammed Henniche yang menjabat Ketua Serikat Asosiasi Muslim SeineSaint-Denis (UAM 93) merasa umat Islam senantiasa disudutkan pemerintahan Sarkozy.
“Kami selalu berada di pusat pembicaraan politik Prancis.
Selama nyaris dua tahun, tajuk utama di berbagai surat kabar selalu tentang muslim,“ cetusnya. Bahkan, lanjut Henniche, gagasan-gagasan ekstrem kanan diadopsi Sarkozy dan UMP.
Atas dasar itu, Henniche tidak ragu untuk memboikot Sarkozy dan UMP. Ketidakpopuleran Sarkozy tidak hanya di antara kalangan umat Islam. Rakyat Prancis secara umum kecewa dengan kebijakan ekonomi pria keturun an Hongaria itu. Dalam manifestonya, Sarkozy berikrar untuk mencapai surplus anggaran pada kali pertama sejak 1974 sekaligus memangkas utang Prancis. “Anda tidak bisa menerapkan penyesuaian fiskal selama dua tahun dan mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada saat bersamaan,“ kata Michel Martinez, ekonom dari Societe Generale di Paris.
Akan tetapi, boikot umat Islam dan faktor ekonomi di putaran pertama tidak membuat kapok Sarkozy. Suami Carla Bruni itu justru ngotot bakal menerapkan pengetatan imigrasi, yang notabene merupakan kebijakan kandidat ekstrem kanan, Marine Le Pen.
Hal itu menguatkan perkiraan bahwa Sarkozy akan merangkul Le Pen, yang mendulang 18,1% suara.
Di sisi lain, besar kemungkinan Hollande akan mendekati kandidat sayap kiri, Jean-Luc Melenchon, yang meraup 11% suara. Tiga lembaga survei, yakni Ipsos, CSA, dan IFOP menyatakan Hollande bisa memenangi pemilu putaran kedua pada 6 Mei mendatang dengan keunggulan 8%-12%.
“Hollande seharusnya bahagia...Ini akan sangat sulit bagi Sarkozy. Ketika Anda melihat hasil ini, akan tampak dengan jelas bahwa Nicolas Sarkozy sedang dihukum,“ papar Damien Philippot, perwakilan IFOP. (Reuters/AP/ France24/DK/I-1)

0 comments:
Post a Comment