
Pembatasan akan berlaku mulai Agustus bagi kendaraan 1.500 cc ke atas. Mobil ber-CC 1.498 tetap bisa memakai premium.
RENCANA pemerintah membatasi pemakai an bahan bakar mi nyak (BBM) bersubsidi sesuai dengan kapasitas silinder mesin mobil (cylinder capacity/CC) bersifat diskriminatif dan mengurangi hak-hak konsumen. Berbagai kalangan meminta pemerintah meninjau ulang rencana itu.“Banyak hak konsumen dikurangi, baik hak untuk membeli produk tersebut maupun hak lainnya, seperti antrean di SPBU, penyelundupan, maupun penimbunan BBM,“ kata Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, kemarin.
Tulus mengatakan pembatasan pembelian BBM sangat tidak lazim di negara mana pun. “Karena itu, yang paling rasional ialah menaikkan harga BBM.“
Direktur Pengkajian Energi Universitas Indone sia Iwa Garniwa juga menilai rencana pembatasan berdasarkan CC itu diskriminatif. “Kebijakan itu dapat menimbulkan kericuhan dan tidak akan bertahan lama.“
Menurut anggota Komisi VII DPR dari F-PDIP Daryatmo Mardiyanto, ada unsur pemaksaan dari pemerintah untuk menggunakan BBM nonsubsidi kepada masyarakat.
Pemerintah berencana menerapkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi hanya untuk mobil pribadi ber-CC di bawah 1.500. “Mobil 1.500 cc ke atas harus menggunakan BBM nonsubsidi,“ kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (Media Indonesia, 23/4).
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil pribadi baru akan dimulai Agustus untuk wilayah Jabodetabek. Setelah itu, 120 hari setelah terbitnya aturan berlaku untuk Jawa dan Bali.
“Pembatasan akan mengikat bagi kendaraan 1.500 cc ke atas, termasuk 1.501 cc. Kalau 1.498 cc tidak kena (bisa mema kai premium),“ tegasnya.
Selain diskriminatif, kebijak an pembatasan BBM bersubsi di itu juga tidak signifikan menghemat anggaran. Kepala Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo meng hitung, jika pembatasan dila kukan di Jawa dan Bali per Mei 2012, pengurangan konsumsi BBM bersubsidi hanya 2,4 juta kiloliter (kl) dari yang dipre diksi 47 juta kl.
Konsumsi BBM bersubsidi mobil pribadi di Jawa dan Bali setahun mencapai 8,9 juta kl. Sebanyak 40% dari kendaraan tersebut ber-CC 1.500 ke atas. Harga keekonomian BBM ber subsidi Rp9.000 per liter (be saran subsidi Rp4.500).
“Dengan demikian, dari 2,4 juta kl yang beralih ke BBM nonsubsidi, pembatasan BBM hanya akan mengurangi beban subsidi Rp10,8 triliun,“ terang Perry dalam diskusi Hitung Ulang Guncangan Harga BBM yang diselenggarakan Brava Radio dan Media Indonesia di Demang Resto & Coffee Lounge Gedung La Monte, Kawasan Sarinah, Jakarta, kemarin.
Pengamat dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan pembatasan BBM tersebut hanya akan menghemat premium 2,274 ju ta kl dan solar 1,76 juta kl, atau senilai Rp15,732 triliun. Pada hal, dengan menaikkan harga BBM bersubsidi Rp500 per liter dapat menghemat Rp19 triliun.
(OX/GA/*/Mad/X-7)http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/04/24/ArticleHtmls/Pembatasan-BBM-Berdasarkan-CC-Diskriminatif-24042012001011.shtml?Mode=1

0 comments:
Post a Comment