Breaking News
Loading...
Monday, 14 May 2012

Info Post

Mensikapi perbedaan pandangan, sikap, dan pola pikir di negara Indonesia yang notabene adalah negara demokrasi, saya pikir kita harus bijak, karena mau tidak mau ini adalah konsekuensi dari sikap negara kita  yang memilih demokrasi, dengan demokrasi semua sikap diakui dan dijamin kebebasannya. Termasuk dengan kasus Irshad Manji, sebagian umat Islam begitu ketakutan dengan datangnya Irshad Manji yang datang ke Indonesia untuk mendiskusikan buku hasil karya nya. Kita cap Irshad Manji sebagai seorang sekuler, liberalis Islam, dan embel-embel lain yang menjadi momok kelompok Islam yang lainnya. Bukankah pemikiran Irshad Manji telah banyak dan lama berkembang di Indonesia, dan kelompok yang terang-terangan menggunakan nama itu adalah JIL (Jaringan Islam Liberal).

 

Apa yang harus kita takutkan dari seorang Irshad Manji –seorang perempuan- penganut Islam yang berbeda dalam memandang Islam, se”Seram’’ apakah Irshad Manji itu? Pantaskah kita takut kepadanya yang hanya bersenjatakan pemikiran? Dilawan dengan gagah berani menggunakan gerakan frontal para lelaki yang menakutkan.

 

 

0 comments:

Post a Comment