Seperti awal tulisan saya diatas, apa yang harus kita takutkan dari seorang Irshad Manji?. Tentu saja pertanyaan ini saya tujukan kepada pribadi-pribadi kita sebagai tantangan, sejauh mana kita telah membentengi anak-anak kita dengan akidah dan pemahaman Agama Islam yang benar, sehingga pada saat mereka menghadapi perkembangan zaman seperti saat ini mereka tidak mudah terbawa dan terkondisikan arus begitu saja. Tuntunan agama sudah jelas bahwa mulailah dari keluarga kita; jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Perkembangan pemikiran sama halnya dengan perkembangan tekhnologi dan itu akan terus beriringan seperti halnya dua sisi mata uang yang sulit dipisahkan. Menentang gerakan dan perkembangan mereka menurut saya adalah sikap yang kurang bijak apalagi dengan gerakan-gerakan yang tidak elok, hal seperti itu justru sebaliknya hanya bersifat destruktif dan akan menodai niat baik kita untuk menjaga nama baik Islam itu sendiri. Kita tahu bahwa Islam itu indah bukan emosional. Saya pikir pendekatan-pendekatan dialogis lebih efektif dibanding dengan pendekatan emosional dan sentimen seperti itu, senjata mereka adalah kemampuan mereka berfikir dan menggunakan nalar mereka, dan alangkah terpujinya jika kita melawan mereka dengan hal serupa.
Feminisme, lesbianisme, dan faham apapun namanya itu akan tetap ada sampai kapanpun. Cara efektif untuk menentang itu ialah dengan gerakan yang sama menyebarkan pemahaman Islam yang benar kepada diri kita, keluarga, saudara, sahabat, dan lingkungan kita. Jangan sampai kita sibuk menghadang gerakan mereka tanpa kita sadari anak-anak dan keluarga kita telah “terjerumus”.
Ini konsekuensi negara kita, coba kita lihat negara-negara Islam seperti halnya Iran -terlepas dari kontroversi kebijakannya- mereka berhasil menanamkan nilai-nilai spiritual yang kuat terhadap masyarakatnya tanpa harus alergi dengan perkembangan budaya barat khususnya teknologi, mereka mampu mengimbangi kehebatan barat dalam bidang ilmu pengetahuan, dan dalam bidang pemikiran mereka tetap tegar dengan pemahamannya karena situasi ini didukung oleh pemerintah sebagai negara Islam. Sebaliknya di negara kita, landasan demokrasi yang menjamin semua keyakinan sulit untuk mendukung salah satu keyakinan sebagai sesuatu yang benar secara konstitusional. Kecuali dengan revolusi untuk menentukan kembali landasan negara kita.
0 comments:
Post a Comment