Breaking News
Loading...
Wednesday, 21 March 2012

Info Post


http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/03/21/pamer-mobil-patroli-kerajaan-saudi/
REP | 21 March 2012 | 17:43
 
Membaca tulisan HL hari ini yang berjudul Mobil Patroli Polisi Bagus, Tapi…., saya sedih melihatnya bagaimana ini bisa terjadi sehari 2 liter bensin.Kesedihan saya beralasan karena lokasi tinggal saya (Saudi) saat ini jauh berbeda dengan Indonesia kenapa department keamanan dijatah hanya 2 liter saja.bagaimana daerah kerjanya akan aman jika mereka tidak berkeliling sementara mobil mereka bernama Patroli Polisi.
Di Saudi kepolisian bebas menggunakan bensin untuk berpatroli, mereka cukup mensetorkan kupon tanda pengambilan bensin ketempat pump bensin terdekat, pemilik pump bensin akan menclaim kekantor polisi yang tercantum pada kupon.cara kerja kepolisian patrolpun tertata rapi, jam sekian sampai jam sekian mereka ada di daerah terntentu yang tertulis pada jadwal mereka.trik yang mereka pakaipun secara ramdon memilih lokasi patroli agar tidak dihapal para pelaku kejahatan.Kelengkapan system data, GPS, NET, Telephone Satelite dimiliki pada setiap mobil sehingga petugas akan dapat dengan cepat mengetahui status data orang yang tertangkap atau sedang dicari.
Kendaraan yang mereka pakai adalah Ford Crown Victoria, Toyota Camry, Toyota FJ Cruiser, Toyota Land Cruiser, GMC Yukon Tahoe.1332325590444015445
1332325624856524995
1332325714191089348
1332325743353734251
1332325904128944567
Lalu apa bagusnya kepolisian Indonesia amankah rakyat dengan kondisi seperti itu, lalu apa yang akan dibanggakan jika melihat foto foto diatas.Pajak sudah tertib dibayar oleh rakyat tapi bagaimana dengan pelayanan yang diharapkan.
semoga wakil rakyat terbuka pola pikirnya dan segera memperbaiki segala kekurangannya, karena Indonesia itu dikenal sebagai negara yang kaya di Saudi, tapi kenapa kok tampilan pelayan masyarakatnya tidaklah keren.studi banding cukup dengan internet kita bisa melihat dunia luar bagaimana mereka melayani masyarakat.
*sumber foto Google.

Salam hangat dan aman dari Jeddah,

Faruk Ramzi


0 comments:

Post a Comment