Evaluasi Total Bulu Tangkis Indonesia PDF Print
Friday, 25 May 2012
JAKARTA– Kegagalan tim Thomas dan Uber di Wuhan China benar-benar
meninggalkan luka mendalam di hati masyarakat. Mereka meminta dilakukan
evaluasi total untuk mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman
mengharapkan kegagalan tim Indonesia pada ajang Piala Thomas dan Uber
2012 menjadi cambuk untuk bersiap lebih baik lagi menghadapi Olimpiade
London pada 27 Juli–12 Agustus mendatang."Kegagalan ini merupakan suatu
keprihatinan bagi kami karena kita tahu bulu tangkis merupakan olahraga
unggulan," ujarnya kemarin.
Tono mengakui KONI juga ikut bertanggung jawab atas kegagalan ini.
Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Ketua Umum PB
PBSI serta para pelatih untuk meninjau proses seleksi atlet ke event
internasional,termasuk Piala Thomas dan Uber. Sebagaimana diketahui,tim
Thomas dan Uber Indonesia dipermalukan tim Jepang pada perempat final di
Wuhan Sport Complex Gymnasium, China, Rabu (23/5).
Tim Thomas Indonesia dikalahkan tim Jepang dengan skor 2-3.Demikian pula
tim Uber Indonesia juga harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor
yang sama 2-3.Kekalahan ini sangat menyakitkan karena baru pertama kali
sepanjang sejarah sejak tahun 1958,tim Thomas Indonesia tak mampu melaju
ke semifinal piala bergengsi ini. Apalagi, Indonesia harus bertekuk
lutut dari Jepang yang selama kejuaraan tersebut digelar sejak 1948
belum pernah meraih gelar juara.
Sementara itu, Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyampaikan
penyesalannya atas tragedi kekalahan tim Thomas dan Uber Indonesia.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena harus menanti
lebih lama lagi Piala Thomas dan Uber. Saya tegaskan untuk mengevaluasi
bersama-sama," ujar Djoko di Wuhan. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya
persiapan para pemain tim Thomas-Uber Indonesia sudah maksimal, tetapi
lawan yang dihadapi ternyata lebih tangguh.
Taufik Hidayat melontarkan pernyataan menarik mengenai kegagalan timnya
dalam event ini "Kalau boleh berkata jujur, saya ingin mengatakan tim
(Piala Thomas) memang tidak kompak dan kenyataan memang begitu. Saya
juga sangat prihatin dan ingin mempertanyakan komitmen temanteman untuk
berjuang membela tim nasional,"katanya.
Taufik juga mengaku sebenarnya sudah lelah dan ingin segera pensiun agar
ada regenerasi. "Saya merasa dalam posisi serbasalah. Kalau saya menolak
ikut, nanti saya dianggap sombong dan tidak nasionalis, tapi sebaliknya
pemain muda belum ada yang muncul untuk menggantikan posisi pemain
senior, akhirnya saya lagi yang dipanggil,"jelasnya.
Kekalahan tim Thomas dan Uber juga mengundang keprihatinan para mantan
atlet bulu tangkis Indonesia. "Sangat miris Indonesia gagal mencapai
semifinal. Sebab, kita selalu lolos ke semifinal selama 54 tahun.Yang
lebih memprihatinkan, kita bukan kalah dari China atau Korea Selatan.
Kita malah kalah dari Jepang,"kata Kasubid Pelatnas PBSI Christian
Hadinata kepada harian SINDOtadi malam.
Kondisi sama dilontarkan mantan pebulu tangkis nasional Joko
Suprianto.Dia juga mengaku sedih.Joko mengaku sudah melihat gejala
kemunduran itu sejak empat tahun lalu. Salah satu indikasi adalah
minimnya prestasi bulu tangkis Indonesia.Yang jelas, Joko mengharapkan
hasil ini perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk regenerasi atlet.
Dia menyatakan PBSI harus lebih fokus pada pembinaan para atlet muda dan
tidak bisa lagi bergantung kepada para pemain senior, seperti Taufik
serta Markis Kido dan Hendra Setiawan yang nonpelatnas.
Susi Susanti sepakat kegagalan tim Uber diakibatkan mandeknya regenerasi
atlet putri. "Bibit untuk pemain putri Indonesia memang lebih sedikit
daripada putra. Tapi, kita harus tetap berusaha melakukan pembinaan
dimulai dari klub-klub dan sekolah agar para peminat bulu tangkis lebih
banyak lagi," kata Susi.
Tapi,terpenting,Susi meminta PBSI harus bekerja lebih keras lagi
mengembalikan kejayaan bulu tangkis. Salah satunya dengan pembinaan yang
berkesinambungan serta program perencanaan yang jelas. Sementara itu,
Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia langsung bertolak ke Tanah Air
kemarin menyusul kekalahannya di babak perempat final dari Jepang.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497812/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Evaluasi Total Bulu Tangkis Indonesia
Info Post
0 comments:
Post a Comment