Kalimantan Ancam Blokade Total Jalur Batu Bara
Senin, 28 Mei 2012 00:00 WIB
Pemerintah pusat diberi waktu hingga akhir Mei untuk memenuhi tambahan
kuota BBM bersubsidi.
RAKYAT Kalimantan memberi batas waktu hingga akhir Mei kepada pusat
untuk memenuhi tuntutan pemerintah daerah, yakni penambahan kuota bahan
bakar minyak (BBM) bersubsidi. Jika itu tidak digubris, mereka akan
memblokade total jalur angkutan batu bara di kawasan mereka.
"Aksi blokade angkutan batu bara di Sungai Barito, kemarin (26/5),
merupakan warning bagi pusat. Kami sudah siapkan aksi lebih besar jika
pusat tidak kunjung memenuhi tuntutan penambahan kuota BBM bersubsidi,"
tegas Koordinator Forum Peduli Banua Kalimantan Selatan, Ibnu Sina, yang
juga anggota Komisi III DPRD, di Banjarmasin, kemarin.
Pada Sabtu (26/5), ribuan orang dari 22 elemen yang terdiri dari LSM,
mahasiswa, kelompok masyarakat adat Demang Lehman, pekerja perkayuan,
dan nelayan memblokade jalur angkutan batu bara di Sungai Barito.
Akibatnya, tidak ada satu pun armada tongkang pengangkut batu bara bisa
lewat. Padahal, setiap harinya ada 20-25 tongkang batu bara yang
melintas di sungai tersebut (Media Indonesia, 27/5).
Ibnu menegaskan ancaman blokade total itu tidak hanya dilakukan di
Sungai Barito, tetapi juga jalur lainnya, termasuk pelabuhan khusus
milik PT Arutmin yang memasok batu bara ke Jawa. Selain itu, Ibnu
mengaku pihaknya telah menyiapkan demonstrasi ke Istana Negara, Jakarta.
Ancaman serupa juga disampaikan masyarakat Kalimantan Timur. Menurut
Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Dewan Adat Dayak Kaltim Yulianus
Henock, 12 ormas dan kepemudaan siap memblokade jalur Sungai Mahakam.
"Apa pun risikonya, kami hadapi demi memperjuangkan hak-hak masyarakat
Kalimantan," tegasnya. Sebelumnya, empat gubernur di Kalimantan, yakni
selatan, timur, tengah, dan barat, telah mengajukan tambahan kuota BBM
bersubsidi ke pusat (lihat grafik).
Permintaan didasarkan kebutuhan rakyat. Namun, hingga saat ini pusat
menolak memberikan tambahan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) Jero Wajik menyatakan pemerintah hanya bisa menambah pasokan BBM
nonsubsidi untuk Kalimantan.
Jawa terancam
Mengenai blokade itu, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang
Dwiyanto mengatakan jika berlangsung sampai 30 hari, aksi itu akan
mengganggu pasokan batu bara ke PLTU di Jawa. "Akibatnya bisa
menyebabkan Jawa gelap," ujarnya.
Meski demikian, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin tetap mendukung
blokade tersebut. "Forum gubernur se-Kalimantan bersama masyarakat telah
memperjuangkan tuntutan berbagai kendala yang dihadapi daerah, mulai
kuota BBM, energi listrik, hingga infrastruktur."
Yulianus Henock menuturkan akibat krisis BBM, masyarakat hingga saat ini
masih harus menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hanya
untuk mendapatkan 10 liter. Bukan itu saja, akibat langkanya BBM, banyak
industri skala kecil tidak beroperasi secara normal.
Saat ini bahkan penderitaan rakyat bertambah karena juga terjadi krisis
listrik, khususnya di Kalsel. Tiga pembangkit utama, PLTU Unit 1, 2, dan
3 Asam-Asam, Tanah Luat, rusak. Akibatnya pasokan listrik di provinsi
itu defisit 180 megawatt sehingga terjadi pemadaman bergilir.
Pada bagian lain, akibat blokade pada Sabtu (26/5), pengusaha tongkang
rugi besar. "Sehari saja, kerugian mencapai miliaran," kata Ketua
Asosiasi Pengusaha Pelayaran (INSA) Kalsel, Sufrisman Djaffar.
Setiap harinya ada 20-25 tongkang pengangkut batu bara dengan kapasitas
angkutan tiap kapal 8.000 metrik ton hingga 12.000 metrik ton. (SY/Mrc/X-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/28/322483/265/114/Kalimantan-Ancam-Blokade-Total-Jalur-Batu-Bara
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Kalimantan Ancam Blokade Total Jalur Batu Bara
Info Post
0 comments:
Post a Comment