Narkoba Lebih Jahat daripada Terorisme
Penulis : Nurulia Juwita Sari
Jumat, 25 Mei 2012 06:42 WIB
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono perlu menjelaskan secara terbuka dasar
pertimbangan pemberian grasi kepada terpidana narkoba. Narkoba dinilai
jauh lebih jahat daripada korupsi dan terorisme.
Penjelasan itu penting, kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, untuk
menjawab tudingan adanya kepentingan politik di balik diskon lima tahun
penjara buat terpidana narkoba asal Australia, Schapelle Corby.
Grasi Corby tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22/G Tahun 2012.
Keputusan itu ditetapkan pada 15 Mei 2012. Dengan demikian, terpidana 20
tahun penjara sejak 2004 itu bisa mengajukan pembebasan bersyarat pada 3
September 2012.
Menurut Mahfud, pemberian grasi itu konstitusional. Akan tetapi, kata
dia, hukum itu bicara soal moral, soal komitmen bagi keselamatan bangsa.
"Oleh karena itu, saya anggap wajar orang yang mempertanyakan komitmen
itu meski dari segi hukum memang ada jalan itu. Mestinya
alasan-alasannya itu diketahui publik," tukas Mahfud. Ia berharap tidak
ada alasan politik di balik keputusan grasi tersebut.
Mahfud menjelaskan sudah disepakati bersama ada empat jenis kejahatan
besar, salah satunya narkoba. Tiga kejahatan besar lainnya ialah
korupsi, terorisme, dan kejahatan transnasional terorganisasi. Pelaku
kejahatan besar itu, kata Mahfud, mestinya diberi hukuman berat.
"Kejahatan narkoba itu lebih jahat dari korupsi dan terorisme. Karena
kalau terorisme dan korupsi begitu dihukum mati, selesai. Orangnya yang
mati. Tapi kalau narkoba itu kejahatan yang membunuh kehidupan. Bukan
membunuh hidup orang, tapi kehidupan yang artinya bersambung dari
generasi ke generasi, dari orang ke orang lain," tandas Mahfud.
Tidak eksklusif
Ada perbedaan perlakuan negara terhadap pelaku kejahatan narkoba,
korupsi, dan terorisme. Sejauh ini tidak ada koruptor dihukum mati.
Hanya pelaku kejahatan narkoba dan terorisme yang dijatuhi hukuman mati.
Setidaknya, 58 pelaku kejahatan narkoba dan 4 teroris sedang menunggu
eksekusi mati. Mahfud pun bertanya mengapa Corby diberi grasi sementara
yang lain tidak?
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin berkilah grasi tidak
eksklusif untuk Corby. Dua warga asing lain, yang berasal dari Nepal dan
Jerman, juga memperoleh grasi karena alasan kemanusiaan.
Warga negara Jerman dihukum lima tahun penjara karena membawa 4 gram
sabu. Hukumannya dikurangi dua tahun karena yang bersangkutan
sakit-sakitan. Adapun untuk warga negara Nepal pemberian grasi lebih
disebabkan faktor usia, dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup.
Argumentasi pemerintah itu tidak memuaskan Wakil Ketua MPR Hajriyanto
Tohari. Ia menilai pemberian grasi kepada terpidana pengedar narkoba itu
sungguh sangat bertentangan secara diametral dengan semangat perang
melawan narkoba yang sekarang sedang digalakkan sendiri oleh pemerintah.
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin juga berharap Presiden
menjelaskan dasar utama pemberian grasi tersebut.
Grasi Corby otomatis gugur seandainya gugatan Gerakan Nasional
Antinarkotika (Granat) dikabulkan PTUN. "Pekan depan kami ajukan
gugatan," kata Ketua Umum Granat Henry Yosodiningrat. (Tim/X-3)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/25/321928/284/1/Narkoba-Lebih-Jahat-daripada-Terorisme
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] Narkoba Lebih Jahat daripada Terorisme
Info Post
0 comments:
Post a Comment