Breaking News
Loading...
Tuesday, 1 May 2012

Info Post

Idealnya, jalan tol yang lancar akan berimbas pada kelancaran di jalan arteri.

DELAKSANAAN hari pertama uji coba sistem lawan arus (contrafl ow) ruas tol dalam kota Cawang-Semanggi berjalan lancar. Meski sempat diwarnai kebingungan para pengguna tol untuk masuk dan keluar pintu contraflow, tidak ada gangguan berarti dalam pelaksanaan sistem baru itu.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di lokasi awal contrafl ow, yakni di Km 3+50 (depan Gedung

Bank Bukopin) banyak pengendara yang masih nampak bingung. Padahal rambu-rambu yang disiapkan petugas cukup banyak. Sebagian di antaranya juga nampak ragu masuk jalur berlawanan arah tersebut.

“Biasanya para pengemudi kurang aware dengan rambu-rambu yang sudah diberikan. Dia tahu sosialisasi, tapi ketika di lapangan mereka masih bingung,” kata Subakti Syukur, Head of Cawang-Tomang-Cengkareng Branch Offi ce of PT Jasa Marga, di lo kasi penerapan contraflow, kemarin.

Hasil penerapan contrafl ow menunjukkan bahwa kemacetan yang kerap kali terjadi hingga sekitar Halim tampak lebih terurai karena ada bukaan di Km 3+50.

Namun, pada bukaan median untuk pintu keluar jalur contrafl ow di

Km 7+150 (depan Hotel Kartika Chandra/Gedung LIPI) tampak sedikit tersendat sepanjang 350 meter.

Adapun pada pintu keluar kedua, yakni di Km 8+600 (depan Hotel The Sultan/Gedung BRI) terpantau lebih lancar.

Berdasarkan catatan PT Jasa Marga, di sekitar ruas jalan tersebut pada jam sibuk kepadatannya bisa mencapai 12 ribu kendaraan per jam.

Pa dahal, batas maksimal hanya 7.000 kendaraan per jam. Oleh karena itulah, uji coba contrafl ow dilakukan un tuk menambah kapasitas jalan yang bisa dilalui pengguna tol dari arah Cawang menuju Semanggi.

“Kita akan terus berlakukan contraflow dari Senin hingga Jumat.

Ka mi sering menerima komplain bahwa jumlah ken daraan dengan ruas jalan tidak seimbang. Maka itu

kami coba upaya rekayasa lalu lintas ini,” ujar Subakti.

Kasat Patroli Jalan Raya Polda AKB J Jazari menjelaskan, dalam pem berlakuan jalur contrafl ow ini, tidak kurang 50 petugas kepolisian diturunkan. Seluruh petugas disebar mulai dari Km 3+50 hingga Km 8+600. “Demi keamanan dan kenyamanan, kami meminta masyarakat tetap memperhatikan rambu-rambu yang sudah dipasang,” ujar Jazari.

arus ini utamanya memang untuk mengurai kemacetan di tol dalam kota sekitar Tegal Parang, Jakarta Selatan.

“Seharusnya contraflow ini juga berdampak pada arus lalu lintas di jalan arteri di samping tol dalam kota. Sebab dengan mengurai kemacetan di dalam ruas tol di titik itu, kami berharap pengendara yang masih menggunakan jalan arteri bisa memilih melalui tol karena sudah lancar,“ ungkap Sigit.

Pemberlakuan sistem ini tidak selamanya, tetapi sampai pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara selesai seluruhnya. Setelah ruas tol JORR itu selesai, volume lalu lintas tol dalam kota diharapkan akan terbagi sebagian ke JORR. (*/J-3)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/05/02/ArticleHtmls/Sistem-Lawan-Arus-Berjalan-Lancar-02052012008015.shtml?Mode=1

0 comments:

Post a Comment