pada akhir Juli, suasana internal partai berlambang beringin itu kian
kisruh. Apalagi DPP Golkar tetap menjadikan DPD II hanya sebagai
peninjau, bukan peserta.
Sikap tersebut menuai reaksi kritis kader Golkar mengenai kepemimpinan
Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical. Lagi pula rapimnassus itu
untuk menetapkan Ical sebagai calon presiden dari Partai Golkar.
Ketua DPD II Golkar Kota Banda Aceh Muntasie Hamid, yang juga Ketua
Forum Silaturahim DPD II Golkar se-Indonesia, kemarin, mengatakan Ical
memimpin Golkar seperti memimpin kerajaan. "Dia memimpin dengan sangat
tertutup, seolah partai adalah kerajaan. Dia memimpin Golkar seperti
memimpin perusahaan," ujar Muntasie.
Sebelumnya DPD II Golkar mengancam mosi tidak percaya jika tidak
dilibatkan dalam rapimnassus sebagai peserta. Malahan rapimnassus bisa
berubah menjadi musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Dia juga
meminta Ical berintrospeksi diri. "Banyak janji belum ditepati. Jangan
keburu ingin jadi presiden." ungkapnya (Media Indonesia, 24/4).
Muntasie meminta Ical duduk bersama dengan para tokoh Golkar untuk
menyelesaikan perbedaan pendapat.
"Sebaiknya dia duduk dengan pinisepuh, jangan membuat ribut. Contohlah
partai lain."
Ancam balik Dalam menanggapi ancaman pelaksanaan munaslub oleh DPD II
Golkar, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengancam balik akan
menegur kader yang menolak rapimnassus dan mewacanakan munaslub.
"DPP akan menegur DPD provinsi, kenapa sampai (DPD II) begitu. Kalau
sampai tiga kali tidak diindahkan, akan dipecat," ujar Nurul.
Dia menyebutkan, pada Jumat (27/4) DPP Golkar akan menggelar rapat pleno
pengurus harian dengan agenda antara lain penyelesaian perbedaan
pandangan di antara para tokoh dan kader Golkar.
(Wit/Mad/X-4)
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
0 comments:
Post a Comment