Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
KPK Temukan Bukti Baru Kasus Century PDF Print
Monday, 28 May 2012
JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku menemukan bukti baru
kasus dana talangan (bailout) untuk Bank Century senilai Rp6,7 triliun.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan dan
Penindakan Busyro Muqoddas di Jakarta kemarin.

Namun, Busyro belum mau mengungkap detail bukti baru yang
dimaksud.Temuan baru kasus ini akan segera dilaporkan kepada Timwas
Century DPR."Ada temuan baru. Nanti kita laporkan ke DPR.Tidak lama lagi
kita ke Timwas," kata Busyro saat dihubungi di Jakarta kemarin. Dia
menuturkan, temuan baru itu menjadi salah satu jawaban atas keseriusan
KPK dalam pengusutan kasus yang melibat beberapa petinggi Bank Indonesia.

Meski demikian, Busyro mengaku lembaganya tidak ingin tergesagesa
meningkatkan perkara Century ke tahap penyidikan. "Itu bisa dilakukan
kalau sudah ada dua alat bukti yang cukup. Daripada nanti di pengadilan
rontok, kita mencegah supaya itu tidak terjadi," pungkasnya. Juru Bicara
KPK Johan Budi SP menyatakan,pimpinan lembaga antikorupsi ini telah
merencanakan pertemuan dengan anggota Dewan atau Panitia Pengawas
(Panwas) Century untuk menyampaikan temuan terbaru tersebut.

"Pertemuan dengan Timwas Century DPR rencananya minggu depan, nanti akan
kita laporkan progres yang sudah dilakukan oleh KPK," kata Johan. Dia
memastikan dalam menangani kasus Century KPK tetap independen.Terdapat
20 penyidik yang dikerahkan untuk mendalami kasus ini. Penyidik tersebut
masih terus mengumpulkan bukti keterlibatan aktor maupun kemungkinan
munculnya tersangka dalam kasus bailout ini. "Belum ada tersangka karena
masih dipelajari,"bebernya.

Anggota Timwas Bailout Century Bambang Soesatyo mengatakan, stagnasi
proses hukum skandal Bank Century bukan hanya disebabkan oleh
bukti-bukti permulaan yang sudah berantakan, melainkan juga hambatan
yang justru muncul dari kekuatan kekuasaan yang tidak terlihat yang
diduga membuat KPK berpikir ulang untuk menuntaskannya. Kasus terbesar
pasca-Era Reformasi ini memang tergolong kasus yang ngeri-ngeri sedap.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498458/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment