TAJUK,Kebocoran Anggaran Dinas PDF Print
Monday, 28 May 2012
Saat pemerintah sedang giat kampanye penghematan anggaran,masih saja
terdengar oknum yang menggunakan kesempatan mengambil untung.
Pernyataan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang menyebutkan ada
penyelewengan dana perjalanan dinas hingga 40% tentu sangat menyesakkan
dada. Kita mengharapkan penegak hukum baik Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), kepolisian, atau kejaksaan bisa segera menyelidiki kasus ini
hingga tuntas. Fenomena kebocoran anggaran dinas di atas sebenarnya
mengandung makna sangat dalam.
Upaya pemerintah yang selalu berupaya memberantas korupsi seakan tidak
ada artinya.Korupsi makin marak, makin banyak uang negara
dijarah.Kenyataan ini tentu patut harus segera mendapat perhatian serius
dari pemerintah terutama penegak hukum. Hal ini sangat penting mengingat
tren korupsi di Indonesia makin menggila.
Kita tahu sudah banyak sekali cara dilakukan untuk menumpas
korupsi.Pemerintah juga sudah membentuk lembaga khusus yang menangani
korupsi yakni KPK.Namun, keberadaan KPK juga belum mampu membebaskan
Indonesia dari korupsi.Karena itu, banyak kalangan pesimistis
pemberantasan korupsi saat ini bisa efektif.
Hal ini salah satunya karena penegakan hukum yang dilakukan tidak
menimbulkan efek jera akibat ringannya hukuman yang dijatuhkan terhadap
kasus korupsi.Tak jarang juga,dengan alasan tak cukup bukti,banyak
koruptor ''bebas''. Kenyataan ini jelas sangat melukai keadilan
masyarakat. Apalagi, jika hukuman ringan atau bebas yang diberikan
kepada terdakwa kasus korupsi terjadi karena ada dugaan ''main mata'' di
antara mereka.
Sulit bagi masyarakat untuk tidak mencurigai ada ''permainan'' di balik
munculnya hukuman ringan atau bebas kepada terdakwa korupsi karena
rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum kita.
Selain itu, paradigma masyarakat yang memandang materi sebagai panglima
juga punya andil yang besar terhadap munculnya korupsi.
Disadari atau tidak, saat ini orang kaya lebih dipandang dibanding orang
yang tidak berpunya tanpa menghiraukan dari mana orang tersebut
mendapatkan kekayaannya. Hal ini mengakibatkan banyak orang berlomba
mencari kekayaan dengan segala cara walaupun dengan cara merampok uang
rakyat sekalipun. Tak mengherankan jika masyarakat dibuat frustrasi yang
akhirnya apatis.
Karena itu,pemerintah termasuk penegak hukum harus melakukan upaya total
bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Penegakan hukum yang dilakukan
harus bisa memberikan efek jera baik bagi para pelakunya maupun
masyarakat untuk tidak melakukan korupsi.Kalau perlu,hakim harus berani
memberikan vonis tinggi bagi koruptor,termasuk vonis mati.Hukuman berat
bagi koruptor sangat layak diberikan mengingat dahsyatnya dampak yang
diberikan bagi rusaknya generasi bangsa ini.
Hal ini memang bukan pekerjaan mudah bagi para penegak hukum kita.
Bagaimanapun para pelaku korupsi kebanyakan pejabat yang memiliki dana
dan pengaruh yang besar. Di sinilah diperlukan integritas para penegak
hukum kita yang mampu menolak segala jenis godaan maupun intimidasi dari
para koruptor. Yang tak kalah penting adalah bagaimana penegak hukum
bisa menarik kembali dana negara yang dikorupsi.
Ini penting karena selama ini banyak koruptor bebas setelah menjalani
hukuman ringan, tapi tetap bisa hidup nyaman dengan kekayaan hasil
korupsi. Karena itu, jurus pemiskinan koruptor itu wajib dilakukan sebab
mereka sebenarnya takut miskin.Upaya pencegahan dan pengawasan juga
harus ditingkatkan agar yang masih bersih tidak ikut terjangkit virus
korupsi.Dengan upaya-upaya luar biasa di atas,korupsi pasti akan bisa
diberantas.Indahnya bila negara ini bisa bebas dari korupsi.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498453/
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
[Koran-Digital] TAJUK,Kebocoran Anggaran Dinas
Info Post
0 comments:
Post a Comment