Breaking News
Loading...
Monday, 14 May 2012

Info Post
Tanpa Attitude, Gelar dan Pangkat Tidak Berarti! PDF Print
Tuesday, 15 May 2012
"Manusia tidak dinilai dari gelar dan pangkatnya, melainkan
perilakunya". Ketika saya menuliskan kalimat singkat tersebut dalam
status BB awal minggu yang lalu, saya mendapat banyak sekali komentar
dari beberapa pesan yang masuk ke BB saya.


Beberapa sahabat menanggapinya dengan cukup positif kalimat
tersebut.Sebagian dari mereka melihat bahwa kalimat tersebut tepat bagi
sebagian orang yang begitu mengagungagungkan gelar, juga bagi sebagian
orang yang memanfaatkan pangkat untuk mengintimidasi dan melakukan
sesuatu yang tidak sesuai dengan nilainilai dan prinsip yang positif
dalam sebuah organisasi.

Jangan Sekadar Gelar

Coba simak deskripsi lowongan pekerjaan dari perusahaan multinasional
dan top lainnya, sangat jelas tertulis bahwa yang dicari tidak sekedar
mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi melainkan ada aspek
lain yang jelas tertulis di bagian requirement- nya, misalnya: bisa
bekerja sama dalam tim, memiliki interpersonal skill yang baik,
communication skills yang baik dengan semua level, memiliki sikap yang
ramah dan positif, dan beberapa aspek lain yang terkait dengan
kepribadian calon karyawan.

Gelar yang disandang oleh seorang calon karyawan atau karyawan yang
sudah bekerja mungkin saja penting untuk menunjang pengetahuan
kariernya, tetapi hal tersebut bukanlah segalanya. Terlepas apakah Anda
memiliki gelar S- 1, S-2 dan belum lagi ditambah dari lulusan luar
negeri, lengkapi kemampuan intelegensi Anda dengan aspek perilaku yang
positif.

Yang membuat seseorang sampai puncak karier dan dikagumi banyak orang
bukan dari berapa banyak gelar yang dimiliki dalam kartu namanya, bukan
dari universitas beken mana ia pernah belajar,bukan juga berapa banyak
sertifikasi apa saja yang ia miliki,melainkan sejauh mana perilakunya
dalam organisasi bisa memberi nilai manfaat untuk orang lain dan mampu
bekerja dalam sebuah tim. "Your attitude, not your aptitude, will
determine your altitude".

Pangkat Cuma Titipan

Bertemu dengan banyak peserta training dari berbagai industri, sebagian
besar dari mereka bercerita di sela-sela pelatihan,mengeluhkan betapa
atasannya kurang mampu bertindak layaknya seorang leader, ada pula yang
mengatakan bahwa banyak pemimpin yang memanfaatkan pangkatnya dalam
sebuah organisasi untuk kepentingan pribadi dan menyalahgunakan wewenang
yang harusnya bisa dipakai untuk sesuatu yang positif,akan tetapi yang
terjadi malah sebaliknya.

Apapun posisi yang Anda duduki saat ini,itu semua sifatnya adalah sebuah
amanah yang seharusnya dijalankan dengan baik. Wakil rakyat, pejabat
publik, manajer, direktur, supervisor, apa pun pangkat yang seseorang
punya saat ini bukan berarti ia lantas harus menjadi sombong dan menjadi
yang paling berkuasa dan paling hebat, tetapi ada sebuah tanggung jawab
moral yang harusnya bisa ia berikan sebagai bentuk pertanggungjawaban
atas perannya.

Sekali lagi,yang dilihat oleh bukan pangkat tinggi yang dimiliki,
melainkan bagaimana perilaku, keputusan, dan integritas yang dimiliki
seseorang di dalam organisasi.Mata-mata orang di sekitar Anda tidak
pernah tidur,mereka memperhatikan sikap dan perilaku Anda. Gunakanlah
amanah dan titipan pangkat yang dimiliki dengan baik dan benar.

Check Your Attitude

Saatnya bagi kita semua untuk melakukan refleksi dan mengecek kembali
sikap dan perilaku kita selama ini dalam organisasi.Manusia terkadang
tidak sadar bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan
sedang menjadi sorotan banyak orang, terlebih bagi ketika mereka duduk
di pucuk pimpinan atau baru saja dipromosi. Menjadi ironis jika banyak
individu yang merasa bahwa apa yang diperbuatnya sudah benar,dan tidak
lagi memedulikan masukan orang lain.

Jika lingkungan kita mulai menghindar dari kita, jika pengikut kita
mulai tidak lagi mengikuti arahan kita,dan jika banyak orang mulai
membicarakan sikap dan perilaku kita yang mulai mengkhawatirkan, maka
lakukanlah perubahan dalam diri.

Sebuah pepatah yang begitu luar biasa mengatakan "No one can stop a
man/woman with the right mental attitude from achieving his/her goal,and
no one can help a man/woman with the wrong mental attitude"Tidak ada
yang dapat menghentikan seseorang yang memiliki sikap mental yang benar
dalam mencapai tujuannya, dan tidak ada yang dapat menolong seseorang
yang memiliki sikap mental yang salah.

Jangan menyalahkan lingkungan dan situasi di sekeliling Anda lebih dulu,
melainkan silakan melihat ke dalam diri dan mengecek perilaku Anda,
apakah sudah sesuai dengan nilai yang positif atau belum. MUK
KUANGProfessional Trainer, Speaker Author – Messages of Hope, Amazing
Life, Think and Act Like A Winner

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/494922/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment