Breaking News
Loading...
Monday, 14 May 2012

Info Post
Uni Eropa Keluhkan Regulasi PDF Print
Tuesday, 15 May 2012
DENPASAR– Buruknya regulasi masih dikeluhkan pengusaha Uni Eropa untuk
berinvestasi ke Indonesia. Akibatnya, pengusaha Uni Eropa mengalihkan
investasinya ke Malaysia dan Thailand.


"Bagaimana kami mau berinvestasi kalau hanya boleh memiliki saham
49%,"kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Uni Eropa Jacob Friis Sorensen
dalam European Union-Indonesia Business Dialogue di Kuta, Bali,kemarin.

Forum ini merupakan tindak lanjut dialog serupa pertama di
Jakarta,November 2010, yang membahas upaya memanfaatkan peluang
investasi dan peningkatan kerja sama industri, masalah peraturan,iklim
investasi, dan teknologi lingkungan. Forum ini dibentuk pada 2009 untuk
meningkatkan peluang usaha serta menerbitkan panduan bagi kedua pihak
sehingga memastikan peraturan tidak menghalangi peluang tersebut.

Dalam dialog yang khusus membahas kerja sama industri kendaraan bermotor
ini,Jacob mengaku sebenarnya cukup banyak investasi yang bisa ditanamkan
ke Indonesia.Namun jika melihat regulasi di Indonesia, investasi
dialihkan ke negara lain seperti Malaysia dan Thailand karena dianggap
lebih kondusif. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia,Brunei Darussalam,
dan ASEAN Julian Wilson mengakui, pangsa pasar Uni Eropa di Indonesia
termasuk kecil, hanya 0,2%. "Harus ada solusi untuk mengubah
kecenderungan dan memungkinkan Uni Eropa menggunakan potensinya secara
penuh untuk mendukung perkembangan perekonomian Indonesia," tuturnya.

Saat ini,nilai investasi asing langsung (foreign direct investment- FDI)
oleh perusahaanperusahaan Uni Eropa di Indonesia mencapai sekitar 3
miliar euro. Lebih dari 700 perusahaan Uni Eropa telah mendirikan usaha
dan menampung sekitar 500.000 pekerja. Dirjen Kerja Sama Industri
Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahjana menyebutkan,arus
perdagangan barang antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai USD26,8
miliar pada 2010, meningkat 22,2% menjadi USD32,75 miliar pada 2011.

"Sekalipun saat ini Uni Eropa masih mengalami krisis perekonomian dan
keuangan, perdagangan UEIndonesia tumbuh dengan nilai ekspor Indonesia
ke UE meningkat 20% pada 2011," paparnya. Sementara nilai investasi Uni
Eropa di Indonesia sedikit menurun, yaitu dari USD2,77 miliar pada 2010
menjadi USD2,67 miliar pada 2011 atau turun 3% pada 2011. Menanggapi
keluhan Uni Eropa tentang regulasi dan iklim investasi, Agus mengatakan
bahwa Indonesia sudah berusaha memberikan dukungan kepada kepentingan
pengusaha. Salah satunya dengan dimasukkannya sektor automotif sebagai
kelompok prioritas keenam dalam program peningkatan daya saing industri
hingga 2014.

"Sebetulnya tidak ada masalah. Hanya, pasar automotif Indonesia selama
ini sudah dikuasai Jepang, sehingga mungkin Uni Eropa merasa sedikit
dirugikan," ungkap Agus. Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor
Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menambahkan, sebenarnya tidak
banyak perbedaan iklim investasi antara Indonesia,Malaysia, dan Thailand.

"Karena Jepang di mana-mana mendominasi di kawasan ASEAN. Kalau Eropa
kecil di Indonesia, karena mereka tidak melihat kita sebagai pasar
besar. Akibatnya yang masuk ke Indonesia adalah Jepang,"jelasnya.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/495013/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment