Breaking News
Loading...
Sunday, 27 May 2012

Info Post
SISWI SMK TERBAIK UN NASIONAL-Anak Pembantu yang Ingin Kuliah PDF Print
Monday, 28 May 2012
Hidup di lingkungan keluarga kurang mampu tidak membuat Mutiarani,siswi
SMK 2 Semarang ini,patah arang dalam semangatnya menorehkan prestasi di
dunia pendidikan Indonesia.

Putri bungsu pasangan Juwarto dan Sutarmi,warga RT 6 RW 04,Kelurahan
Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik,Kota Semarang, ini meraih predikat
lulusan SMK terbaik tingkat nasional dengan perolehan total nilai ujian
nasional (UN) 38,60. Hasil membanggakan tersebut tak lepas dari jerih
payahnya yang selalu semangat meski berada dalam kondisi serbakekurangan.

Apalagi, sejak ayahnya meninggal dunia pada 2007,dia harus menghadapi
kondisi sulit mulai dari biaya pembayaran SPP maupun buku pelajaran.
Mutiarani juga setiap hari harus rela naik angkutan kota (angkot) untuk
pergi ke sekolah dengan uang saku yang tergolong pas-pasan yakni Rp8.000
per hari. "Kalau berangkat ke sekolah naik angkot pulang-pergi habisnya
Rp6.000,untuk sisanya yang Rp2.000 saya buat jajan atau kadang
ditabung,"katanya kepada SINDOseusai pengumuman kelulusan di sekolahnya
kemarin.

Mutia––sapaan akrabnya–– setiap hari harus bangun pukul 05.00 WIB untuk
persiapan berangkat ke sekolah yang berlokasi di Jalan Dr Cipto 121
Semarang sebab jarak tempuh rumah Mutia menuju sekolahan membutuhkan
waktu sekitar 45 menit. "Biasanya,saya berangkat dari rumah pukul 05.45
dan sampai sekolah paling lama pukul 06.45.Jadi, selama tiga tahun tidak
pernah terlambat," papar gadis kelahiran Semarang, 27 November 1994 ini.

Mengenai metode belajar, Mutia mengaku tidak berbeda dengan rekan-rekan
yang lain. Selepas magrib,Mutia mulai sibuk dengan buku-buku
pelajarannya. Itu pun sebatas buku pelajaran yang dia miliki. "Tidak ada
metode khusus, tapi saya punya kebiasaan membaca ulang pelajaran setelah
melaksanakan salat magrib selama satu jam," ungkapnya. Mutia mengaku
belum memikirkan keinginannya untuk melanjutkan ke bangku kuliah.

Mutia sadar pekerjaan Sutarmi,ibundanya,yang hanya sebagai pembantu
rumah tangga,jelas tidak cukup untuk membiayai kuliahnya. "Saya hanya
mengandalkan dua kakak saya yang sudah bekerja yaitu Sri Amsih bekerja
di perusahaan garmen dan Sri Utami di toko suku cadang motor.Tapi,kalau
memang tidak ada biaya,ya soal kuliah di-pendingdan saya bekerja dulu
saja,"ucapnya. Ibunda Mutia,Sutarmi, mengaku bangga atas prestasi yang
diraih anaknya.

Saat ini dia berharap Mutia bisa melanjutkan kuliah meski secara pribadi
Sutarmi tidak punya dukungan secara materil. "Siapa pun orang tua pasti
ingin anaknya sekolah setinggi mungkin,tapi karena keadaan ekonomi
seperti ini,saya belum bisa mengatakannya," tuturnya. Guru Akuntansi SMK
2,Sri Sulasmi,menuturkan,Mutia adalah sosok murid yang rajin dan pendiam.

"Mutia orangnya baik,dan tidak pernah melanggar peraturan sekolah. Tapi
memang agak pendiam," katanya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang
Bunyamin berjanji akan memberikan surat keterangan yang ditujukan kepada
perguruan tinggi yang diminati Mutia."Kami akan segera membuatkan surat
keterangan kepada perguruan tinggi yang diminatinya," tandasnya. 

WIKHA SETIAWAN
Semarang

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498460/

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

0 comments:

Post a Comment